jurnalbogor.com – Langit Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor berubah menjadi lautan warna selama dua hari pelaksanaan Lomba Layang-layang “Cendana Feat TW Cup” 2026 yang digelar Sabtu-Minggu (23-24 Mei 2026).
Kegiatan yang diprakarsai Perkumpulan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Kabupaten Bogor itu berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 512 peserta ambil bagian dalam event tersebut dengan menghadirkan berbagai bentuk dan jenis layang-layang tradisional maupun modern.
Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Bogor dan Jawa Barat, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta hingga Banten. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah itu menjadikan event tersebut sebagai salah satu festival layang-layang terbesar di Kabupaten Bogor tahun ini.
Sejak pagi hari, lapangan terbuka Desa Iwul sudah dipadati peserta dan penonton. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terlihat ketika para peserta mulai menerbangkan layang-layang andalan mereka ke udara.
Sorak sorai penonton pun pecah ketika layang-layang berukuran besar dengan warna mencolok mulai menghiasi langit Parung. Tidak sedikit masyarakat yang datang bersama keluarga untuk menikmati hiburan sekaligus menyaksikan kreativitas para peserta.
Ketua Pelangi Kabupaten Bogor, Hj. Siti Mahnin, SH mengatakan, kegiatan tersebut memiliki tujuan lebih besar dibanding sekadar perlombaan. Menurutnya, lomba layang-layang merupakan bagian dari upaya menjaga budaya tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan dominasi permainan digital.
“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga bentuk kecintaan kami terhadap budaya layang-layang yang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat sejak dulu. Kami ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai permainan tradisional ini,” ujar Siti Mahnin.
Ia mengaku bersyukur antusiasme masyarakat terhadap event tersebut masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta yang datang dari luar daerah bahkan luar Pulau Jawa.
“Alhamdulillah, tahun ini ada 512 peserta yang ikut. Peserta datang dari Bogor, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta sampai Banten. Ini menunjukkan bahwa budaya layang-layang masih sangat diminati masyarakat,” katanya.
Selain menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas layang-layang, event tersebut juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet layang-layang daerah yang nantinya dapat membawa nama Kabupaten Bogor di berbagai kompetisi tingkat nasional.
Siti Mahnin menambahkan, kegiatan semacam ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selama pelaksanaan lomba, banyak pelaku UMKM dan pedagang lokal yang ikut merasakan manfaat dari ramainya pengunjung.
“Event seperti ini tentunya membantu perputaran ekonomi masyarakat. Banyak pedagang makanan, minuman hingga pelaku UMKM yang ikut berjualan selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.
Panitia pelaksana pun mengapresiasi seluruh peserta dan masyarakat yang ikut menjaga suasana tetap aman dan kondusif selama perlombaan berlangsung. Cuaca yang mendukung turut membuat jalannya kompetisi semakin menarik dan kompetitif.
Berbagai kategori diperlombakan dalam ajang tersebut, mulai dari layang-layang tradisional hingga layang-layang kreasi. Penilaian dilakukan berdasarkan teknik menerbangkan layang-layang, kreativitas bentuk, kestabilan hingga estetika.
Kemeriahan Cendana Feat TW Cup 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga dan permainan tradisional di Kabupaten Bogor. Pelangi Kabupaten Bogor pun berkomitmen menjadikan event tersebut sebagai agenda tahunan yang lebih besar dan lebih meriah pada tahun-tahun mendatang.
“Kami ingin event ini terus berkembang dan menjadi ikon festival layang-layang di Bogor. Harapannya, ke depan bisa lebih banyak peserta yang datang dan kegiatan ini mampu mendukung wisata budaya serta olahraga tradisional di Kabupaten Bogor,” tutup Siti Mahnin. (Aga)






