Jurnalbogor.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Bogor Koi Show 2026 yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada 3–5 Juli 2026.
Menurutnya, ajang kontes ikan koi tingkat nasional tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong kemajuan sektor perikanan hias sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu sentra ikan koi terbaik di Indonesia.
Bogor Koi Show 2026 menjadi wadah bagi para pembudidaya, breeder, dealer, penghobi, hingga pelaku usaha perikanan hias dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan kualitas ikan koi terbaik sekaligus memperluas jejaring dalam industri perikanan hias.
Semula, kontes direncanakan berlangsung di Pendopo 45 Parung. Namun, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, pelaksanaannya dipindahkan ke Gedung Tegar Beriman agar lebih representatif dan mampu menjangkau peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah.
Arif Rochmawan mengatakan, dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap penyelenggaraan Bogor Koi Show 2026 menunjukkan komitmen dalam mendorong pertumbuhan sektor perikanan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Dukungan pemerintah terhadap kegiatan seperti ini sangat penting karena bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana promosi, edukasi, sekaligus memperkuat ekosistem usaha ikan hias di Kabupaten Bogor,” ujar Arif Rochmawan yang akrab disapa Atep, Minggu (5/7/2026).
Atep juga mengapresiasi bantuan dana pembinaan sebesar Rp200 juta yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor kepada panitia penyelenggara. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan industri ikan hias.
“Semoga bantuan ini mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan sehingga Bogor Koi Show semakin profesional dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan para penghobi maupun pelaku usaha koi dari seluruh Indonesia,” kata Atep.
Atep menilai tingginya antusiasme peserta pada Bogor Koi Show 2026 menjadi sinyal positif bangkitnya dunia kontes koi nasional setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta kembali meningkat. Ini menunjukkan dunia koi Indonesia kembali bergairah. Saya juga mengapresiasi peran media yang ikut mempublikasikan kegiatan ini sehingga masyarakat semakin mengenal potensi besar sektor ikan hias,” ungkapnya.
Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya sebagai salah satu barometer industri ikan hias nasional. Selain didukung kondisi alam dan kualitas air yang baik, Bogor juga memiliki banyak pembudidaya, breeder, eksportir, hingga fasilitas karantina ikan yang menjadi pintu ekspor ke berbagai negara.
“Bukan hanya koi, Kabupaten Bogor memang dikenal sebagai salah satu sentra ikan hias nasional. Potensi ini harus terus dijaga dan dikembangkan karena mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing daerah,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan Bogor Koi Show 2026, Atep berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar sektor perikanan hias Kabupaten Bogor semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Bogor Koi Show harus menjadi etalase kualitas ikan koi Indonesia sekaligus mempertegas Kabupaten Bogor sebagai salah satu pusat budidaya ikan koi terbaik di Tanah Air,” pungkasnya. (Aga)






