Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma

  • Whatsapp

jurnalbogor.com – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Alhamdulillah, Sabtu siang tanggal 20 Juni 2026, bertempat di ruangan BJ Habibie, ICMI Centre Jln Warung Jati Jaksel, saya AA berkesempatan mengikuti acara “Launching dan Bedah Buku”, setelah mengikuti rapat Panitia Pengarah (SC) pertama Muktamar ICMI ke 8 thn 2026 yang ditempat yang sama. InsyaAllah Muktamar ICMI ke 8 tahun 2026 akan diselenggarakan di Kampus Unpatti Ambon-Maluku. Alhamdulillah, pada rapat perdana SC Muktamar, saya berkesempatan menyampaikan pokok pikiran, untuk mengatasi “Indonesia Gelap”, best solution: Back to Basic UUD 1945 Asli, dengan argumentasi objektif dan rasional.

Rapat SC berlangsung kondusif yang beratmosfer bersahabat based on Ukhuwah Islamiyah. Berbagai gagasan briliyan bermunculan dari para peserta rapat SC, membuat kening agak mengkerut pula, memikirkan sikon update problem komplicated Indonesia zaman now, sehingga kehadiran saya AA di forum bedah buku spt judul tsb diatas, sangat beroleh manfaat.

Read More

Sungguh menarik, hebat dan mantul acara “Launching dan Bedah Buku” yang berjudul “Komunikasi Politik Dalam Kendali Algoritma”. Dalam forum diskusi dan presentasi 5 Nara sumber, yang membuka wawasan berpikir tentang kemajuan IPTEK digital, khusus kemajuan sains and aplikasi Algoritma, yang begitu pesat, ternyata berdampak buruk terhadap sistem politik berbasis demokrasi. Dengan diskusi panjang lebar, maka beberapa pertanyaan hipotetik dalam rapat perdana SC Muktamar ICMI, sudah terjawab.

Misalnya kemerosotan, carut marut atau degradasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dialami saat ini Zaman Now, dampak negatif dari kebobokrokan pelaksanaan demokrasi Indonesia pada Pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2024 yang lalu yang curang terstruktur, sistematis dan massif (TSM) based on akal bulus dan fulus (money politic, transacsional), ditambah lagi perbuatan curang intrument perhitungan suara, dikelola KPU RI menggunakan software made in “claude Alibaba” dari RRC, etc.

Buku yang dibedah tersebut, yang dihadiri para aktivis ormas dan orpol di Jkt dan luar Jawa, menurut pendapat saya AA sungguh mencerahkan dan membuka wawasan kita. Buku yang dikupas 3 narasumber yang kompeten di bidangnya, mampu menjelaskan peran dan fungsi Algoritma dalam mengendalikan memperlemah proses pemilu (pileg dan pilpres) berkedok demokrasi di era digiral, yang dikendalikan Algoritma, dimana proses manipulasi angka dan membangun pencitraan dalam mendongkrak suara-elektoral, dengan rekayasa jahat bisa dilakukan.

Pengarang buku “Komunikasi Politik” setebal 394 halaman, terdiri dari 8 Bab tsb adalah Dr (Cand) Liza Fitriani Nurkholis (Dosen Universitas Riau, Wakil Ketua DPW Pemuda ICMI Prov. Riau) dan Dr (Cand ) Alfarizi Thalib (Ketua DPP Pemuda ICMI dan Direktur IPS), dengan pembahas Prof. Arif Satria (Kepala BRIN dan Ketum MPP ICMI), Prof. Riri Fitria Sari (Dosen ITC UI dan Waketum MPP ICMI) dan Prof. Didin Muhfiddin (Dosen Fisip UNPAD dan Sekwankar MPP ICMI), mengupas isi buku tersebut dengan jelas, sekaligus memuji dan mengapresiasi karya ilmiah yang dinilai sangat bagus dan bernilai kontributif terhadap perbaikan sistem pemilu Pilpres dan Pileg Indonesia mendatang, agar pelaksanaan demokrasi politik tidak lagi curang TSM serta wajah-wajah legislatif yang lolos memasuki gedung DPR RI di Senayan Jakarta dan para wakil-wakil rakyat di daerah-daerah, bukan hasil rekayasa negatif komunikasi politik hasil Algoritma.

Jika pemilu mendatang dikendalikan Algoritma yang sesat dan menyesatkan, terutama dalam membangun opini publik dan pencitraan, sesuatu yang palsu (hoaks) yang disajikan, maka bisa dipastikan problem Indonesia, bukan membaik bahkan semakin carut-marut dan ruwet karena kehidupan kita dengan rekayasa sosial tanpa menggunakan moral, etika, transfaransi (trust) dan akuntabilitas publik, sehingga di ujungnya akan muncul masyarakat tidak saling mempercayai (distrust society) yang berpotensi besar mengakibatkan disorganized/disorder seperti gejala-gejala sosial negatif yang tampak saat ini, dan kemudian mengundang disintegrasi negara-bangsa, negara gagal (fail state), nauzubillahi minzalik.

Acaranya menarik dan isi bukunya juga bagus, mendapat appresiasi dari para pembahas dan peserta yang dihadir serta mengajukan pertanyaan kritis.

Simpulan akhir dari diskusi bedah buku tsb, dipandang perlu beberapa pokok pikiran yang telah dibahas, hendaknya menjadi perhatian dan masukan bagi penentu pengambilan kebijakan dan regulasi publik negeri ini. Usul kongritnya perlu revisi UU Pemilu dan UU sistem perpolitikan lainnya memasukan sejumlah isu-isu strategis dan solutif untuk mencegah rekayasa negatif penggunaan intrumen ITC berbasis Algoritma dalam sistem demokrasi Pancasila untuk kurun waktu mendatang. Kata kuncinya pelaksanaan sistem demokrasi Pancasila di NKRI wajib menegakan kejujuran, beretika dan bermoral, serta jauhi penyelenggaraan Pemilu baik Pilpres dan Pileg RI yang curang (bulus) TSM menggunakan ITC-Algoritma dan money politic (fulus).

Demikian narasi ringkas yang saya AA kemukakan sebagai cacatan terpenting dalam acara Launcing dan Bedah Buku Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma, yang telah terbukti merusak pelaksanaan demokrasi Pancasila, karena prakteknya bertentangan dengan kelima Sila Pancasila dan UUD 1945 Asli.

Semoga para pembuat kebijakan dan regulasi proaktif dalam mengantisipasi cara kerja manifulatif Algoritma di era digital. Akhirul kalam semoga para pembaca Tulisan saya AA ini, yang waras dan budiman, diberikan hidayah, rahmat dan karuniaNya, sehingga selamat hidup didunia-berbahagia dan selamat hidup diakhirat-menjadi penghuni Syurgajannatumnaim atas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, hidup jujur dan bersih-bebas KKN, Aamiin-3 YRA. ***
Syukron barakallah.

Save NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Asli !!!
Gallery and Ecofunworkshop, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel. Sindangsari Botim City, West Java, Rabu 24/6-2026.

Wassalam
Dr Ir H. Apendi Arsyad.MSi (Pendiri-Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor thn 1986-2024, Dosen Tamu SPS IPB University, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-Tulisannya di Media Sosial)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *