KeICMIan dan Muswil III Alisa Khadijah ICMI Bogor 2026

  • Whatsapp
Alisa Khadijah ICMI Bogor. Foto: Apendi Arsyad

jurnalbogor.com – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Alhamdulillah, saya AA diundang, dan berkesempatan hadir di forum musyawarah wilyah (Muswil) yang ke-3 Badan Otonom (Batom) Alisa Khadijah-Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Khusus (Orwilsus) Bogor, Senin tgl 27 April 2026, bertempat di ruang sidang pleno DPRD Kota Bogor.

Rangkaian kegiatan organisasi dalam acara Muswil, yang cukup padat, berlangsung dari pagi hingga siang hari, spt pembukaan diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran, Lagu Indonesia Raya, Hyme ICMI, Hymne Alisa Khadijah “Hayoo Bangkit, bangkit…”, kemudian sambutan-sambutan /arahan pejabat DPRD dan petinggi ICMI yaitu Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor (Bpk.Prof.Syofyan Syaf), Ketum DPP Alisa Khadijah ICMI (Ibu Ina Marlina, SSos. MM) dan Ketua Batom Alisa Khadijah ICMI Orwilsus Bogor periode 2020-2025 (ibu Dwitri Roswitasari).

Read More

Sedangkan sambutan resmi, mewakili Ketua DPRD Kota Bogor/bpk Dr. Adityawarman Adi S.Si,MSi, disampaikan Bpk Gunawan SE (Staf Ahli DPRD Kota Bogor) yang menyampaikan lembaga legislatif sangat terbuka akan aspirasi rakyat Kota Bogor berupa penyampaian saran-rekomendasi dan kritik yang bersifat konstruktif dari Batom ICMI spt Alisa Khadijah, termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana gedung DPRD Kota Bogor.

Dalam sesi acara pembukaan Muswil,
Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor, Bpk. Prof. Sofyan Syaf, sebagai keynote speaker, mempresentasikan konten Pptnya, menarasikan berkisar topik “Menguatkan Peran Organisasi dalam menjaga Ketahanan Ekonomi Umat menuju Indonesia Emas 2045”.

Saya AA menyimak betul konten PPT Prof. Syofyan yang begitu briliyan, menarik menjelaskan kegagalan BUMDES dalam mendorong kemajuan masyarakat desa, dengan ada 7 (tujuh) butir-faktor hambatan dan kelemahannya, terutama dalam aspek sistem kelembagaan dan keorganisasian sosial, sekaligus menyadarkan kita akan tantangan dan peluang elemen kepengurusan Batom ICMI Alisa Khadijah Bogor untuk mengambil peran dan fungsi dalam mengemban misi pengembangan perekonomian rakyat dan memperkuat kemampuan ekonomi dan pendapatan keluarga (house income) terutama untuk mengatasi problem kemiskinan yang tengah berlangsung di kawasan perdesaan dimana indikator angka Human Development Index (HDI), dan Indeks Gini Ratio semakin menurun, alias “parah”.

Dan terakhir Dekan FEMA IPB, Prof. Sofyan ahli sosiologi pembangunan di bidang Data Desa Presisi (DDP) menawarkan siap untuk berkalaborasi dengan Alisa Khadijah dalam hal membangun pangkalan data dan sistem informasi bisnis UKMK di Indonesia, terutama di daerah Bogor.

Sedangkan sambutan/arahan Ketum DPP Alisa Khadijah, ibu Ina Marlina, dengan penuh semangat “berapi-api” memotivasi para anggota dan MPW Alisa Khadijah Bogor untuk meningkatkan kiprah, kualitas program pengabdian 5 K ICMI, terutama dalam pembinaaan berwirausaha kaum muslimah (emak-emak Bogor) agar berkemajuan di bidang sosial dan ekonomi umat dan bangsa. Walaupun kita sama-sama menyadari bahwa pergeseran geopolitik di masa perang USA-Israel versus Iran, berdampak negatif terhadap kondisi perekonomian bangsa, adanya kenaikan harga barang kebutuhan rumah tangga akibat kelangkaan energi BBM, dsb.

Sehubungan itu ibu Ina mengajak para aktivis Alisa Khadijah agar lebih meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam menjalankan usaha bisnisnya dengan memperkuat jejaringan dan kemitraan sosial, teristimewa merespon positif tawaran Dekan Fema IPB Prof Syofyan Syaf.

Selain itu, ibu Ina mengappresiasi peran dan fungsi Alisa Khadijah Orwilsus Bogor yang selama ini, beliau berkinerja baik, dan kemudian mengajak mensukseskan penyelenggaraan Rakernas Alisa Khadijah ICMI yang rencananya akan dilaksanakan bulan Juni 2026 di Bandung Jawa Barat.

Setelah acara pembukaan Muswil, dilanjutkan kegiatan persidangan pleno dan 4 (empat) komisi. Sidang pleno pertama mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua MPW Batom Alisa Khadijah-ICMI Orwilsus Bogor (ibu Dwitri Roswitasari), dengan PPT yang apik, profesional-komunikatif memaparkan informasi berbagai kegiatan dan program Alisa Khadijah Bogor yang terlaksana dalam beberapa jenis kategori kegiatan.

Saya AA menyimak dengan baik, sambil membaca teks narasi based data dan gambar-gambar partisipan dalam berbagai aktifitas yang tepat sasaran, walaupun disana-sini ada keterbatasan dan hambatan. Namun semangat ibu-ibu tetap membara dan menggelora mengangkat kinerja perekonomian keluarga.

Terus terang saya AA sebagai salah seorang pendiri ICMI di Malang, 7 Desember 1990 dan kemudian memprakarsai berdirinya ICMI Orwilsus Bogor, pada tgl 23 Maret 1991 bersama beberapa akademisi IPB spt Prof. Sjafri Mangkuprawira, Prof. Aida Vitayala, Prof. Abdul Azis Darwis, Prof. Aisyah Gerindra, Prof. Dadan Widharmana, dan para Kiyai-ulama Ponpes al KH Sholeh Iskandar, KH Tb.Hasan Basri dan Prof. Dr.KH Didin Hafidhudin, MS, dengan Muswil pertama bertempat di Balai Kota Bogor, merasa bangga dan berbahagia, melihat dan menyaksikan ICMI Orwilsus Bogor tetap dan terus memelihara eksistensinya dalam melaksanakan program pengabdian 5-K ICMI secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

Program 5-K ICMI adalah agenda besar dan misi utama ICMI bersifat “long mark” dalam hal peningkatan kualitas iman-taqwa (imtaq), pikir (iptek), karya-inovasi, hidup (income generating and house income) dan peningkatan kualitas berumah tangga yang sakinah-mawadah warohmah (keluarga yang saling mencintai, berkasih sayang dan tentram-penuh kedamaian).

Saya AA selaku Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor, kaum ibu (emak-emak, pengusaha muslimah) Bogor telah menjalankan amanahnya dengan baik. Ketika forum tanya jawab dibuka kepada peserta Muswil, muncul berbagai tanggapan dan appresiasi.

Kemudian pimpinan sidang pleno Muswil yang dipimpin ibu Nani Rahmayani (unsur DPP), didampingi 4 anggotanya yakni ibu.Sari (Ketua Alisa Kab. Bogor), ibu Haiva Musdaliva (Ketua Alisa Kota Bogor), ibu Indah dan Ibu Tati (unsur MPW Alisa Khadijah Orwilsus Bogor), menawarkan kepada forum, apakah bisa kita menerima LPJ ini, secara serempak dan aklamasi para peserta menyatakan menerima, setelah itu Pimpinan Sidang mengetuk palu persetujuan dan beberapa saat kemudian, kepengurusan lama demisioner. Mengingat terbatasnya, pimpinan sidang melanjutkan sidang-sidang komisi guna membahas draft rencana program Alisa Khadijah ICMI Bogor jl untuk 5 tahun kedepan (2026-2030) dalam 4 komisi selama 30 menit.

Setelah sidang-sidang komisi dibawa ke sidang pleno ke 2, dibacakan hasil komisi di forum pleno untuk persetujuan. Terakhir pada sidang pleno ke 3 adalah forum pemilihan Ketua dan anggota formatur penyusunan kepengurusan Batom ICMI Alisa Khadijah Orwilsus Bogor periode thn 2026-2030, dan yang berkesiapan mencalonkan sebagai Ketua hanya satu orang yaitu ibu Dwi Jayanti Gunandini, call name Dini (mantan Ketua Alisa Khadijah Kota Bogor 2020-2025), maka forum Muswil menyatakan secara aklamasi menyetujui ibu Dini menjadi Ketua yang baru, alhamdulillah proses suksesi kepemimpinan berjalan sangat baik, lancar dan mulus, rukun-damai, no excess.

Kemudian di penghujung acara Muswil, saya AA diundang dan diminta memberikan ceramah umum (studium general) tentang topik “Sejarah KeICMIan dan Alisa Khadijah” dengan waktu yang amat singkat selama 20 menit menyampaikan materi kesejarahan ICMI. Saya AA pun maju ke depan di pentas acara, setelah dipanggil MC Muswil ibu Edna.

Saya mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya agenda organisasi ini, dimana telah tersusun rencana program dan terpilihnya Ketua Alisa Khadijah Bogor, ibu Dwi Jayanti Gunandini, pengusaha muslimah CEO Warung Taman Cafe Kota Bogor, juga pengarang buku “Muslimah Preuner Alisa Khadijah: Inspiring Wanita Produktif dan Inovatif” 160 halaman, penerbit Haura Utama Bogor, tahun 2025, ditulis bersama ibu Dr. Dewi Anggraeni (Aktivis ICMI Orwilsus Bogor, Dosen UIKA Bogor).

Buku itu menarasikan kiprah pengabdian beberapa orang aktivis Alisa Khadijah ICMI Orwilsus Bogor yang berprestasi dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan usaha bisnis UKMK spt home industeri, kuliner dan fashion, dan kerja-kerja pengabdian sosial di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat, sehingga telah diberikan penghargaan (award) oleh Batom ICMI Alisa Khadijah Orwilsus Bogor.

Saya AA berkeyakinan bahwa Batom ICMI Alisa Khadijah Orwilsus Bogor kini dan ke depan, InsyaAllah akan lebih maju lagi dengan program dan kegiatannya yang membawa dampak kemanfaatan ekonomi dan kemaslahatan sosial bagi umat dan bangsa Indonesia, khususnya untuk wilayah Bogor.

Berikutnya saya AA menyampaikan dalam materi ceramah saya AA bahwa status Orwil khusus yang disematkan dan dilegasikan oleh alm bpk Prof. Dr.Ing.BJ Habibie, Ketum MPP ICMI, Presiden RI ke 3 berdirinya ICMI wilayah Bogor berstatus khusus, memang sangat layak, tepat dan sesuai isi AD dan ART ICMI hasil Muktamar ICMI pertama di Kota Malang Jatim pada tgl 7 Desember 1990.

Saya paham, kebetulan saya AA hadir sebagai salah seorang peserta Muktamar ICMI pertama, ada lk 300 orang lebih. Bahwa ICMI pada awal pendiriannya dalam AD ICMI status Orwil tidak selalu pada satu provinsi, boleh jadi atau bisa saja 2 atau 3 provinsi tergabung dalam satu Orwil. Hal tersebut tergantung pada besarnya potensi kualitas sumberdaya manusia (human resource quality) dan kompleksitas problematika ipoleksosbudhankamnya.

Daerah Bogor berdasarkan data dan informasi BPS terdapat begitu banyak dan kaya sumberdaya manusia yang memiliki keahlian akademik dan kepakaran (ilmuwan dan peneliti), dimana Bogor terdapat berbagai lembaga riset, terutama lembaga riset pertanian tropika, Kebun Raya Bogor dan Perguruan tinggi antara lain spt IPB University merupakan salah satu peninggalan (a heritage) kolonial penjajahan Hindia Belanda.

Jadi, Bpk. Prof. BJ Habibie, sempat menyatakan pengakuannya dalam acara resmi pengukuhan dan pelantikan MPW ICMI Orwilsus Bogor periode pertama 1991-1996 yang diketuai alm Prof. Dr. H. Syafri Mangkuprawira (Dosen-GB Sosek Faperta IPB dan Ketua LPPM IPB), bertempat di gedung DPRD Kota Bogor pada tgl 23 Maret 1991, bahwa ..” ..Daerah Bogor, jika sebuah batu dijatuhkan dari udara-langit Bogor menggunakan helikopter, maka batu tsb, berpeluang terbesar akan menimpa atau menimpuk kepala Doktor dan atau Profesor… “. Disamping itu Bogor sebagai daerah hinter-land dan buffer zone Jakarta sebagai ibu Kota Negara RI memiliki kompleksitas permasalahan pembangunan, maka kelahiran dan kehadiran ICMI Orwilsus Bogor merupakan keputusan Ketum MPP ICMI yang tepat, dan sesuai isi AD ICMI dalam pasal 10 ayat 3 Bab V Keorganisasian dan Permusyawaratan, dinyatakan bahwa untuk daerah tertentu, memiliki potensi kekhususan baik yang ada di dalam maupun di luar negeri, bisa dibentuk Orwil, makanya di beberapa benua spt Timur Tengah, Amerika, Eropah dan Asia terdapat ICMI Orwil.

Simpulannya bahwa ICMI Orwilsus Bogor adalah salah satu warisan (legasi) Bpk Prof. BJ Habibie yang harus kita jaga dan rawat bersama, agar tetap eksis dalam melaksanakan program 5 K Pengabdian ICMI. Hal ini selalu saya katakan sebagai utusan delegasi ICMI Orwilsus Bogor di dalam setiap forum Silaknas, Rakornas dan Muktamar ICMI, apabila ada diantaranya peserta delegasi mempertanyakan atau “menggugat” keberadaannya, ingin men”down grade”, maka saya jawab hal demikian itu.

Berdasarkan fakta dan rialita tersebut, maka solusi yang tepat, bijak dan fairness, mari kita terus berjuang, berusaha berkarya, berkreasi dan berinovasi bagi warga ICMI Bogor dengan motto, or jargon atau icon dengan penuh gairah bahwa “Dari Bogor untuk Indonesia”, bukunya, tengah saya persiapkan, untuk bisa terbit. Faktanya setiap forum Silaknas, Rakornas dan Muktamar ICMI, MPW Orwilsus Bogor menyiapkan konsep ” Sumbangan Pemikiran” dan telah menyumbangkan karya salah satunya “Hyme ICMI” oleh Rudy Fatah, pengurus MPW Bogor bidang seni-budaya, dinyanyiksn pertama kali pada acara pembukaan Silaknas ke 2 thn 1992 di Bogor, kemudian menempatkan beberapa kader MPW ICMI berkiprah di jajaran kepengurusan nasional/MPP ICMI dan Batom ICMI.

Bahkan terakhir Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor Bpk. Prof. Herry Suhardiyanto dan Prof. Arif Satria, keduanya Rektor IPB, terpilih menjadi Waketum MPP ICMI/anggota formatur Muktamar 2015 di Mataram NTB, dan Muktamar ICMI thn 2021 di Bandung, Jabar, Prof Arif Satria secara demokratis terpilih menjadi Ketum MPP ICMI periode 2021-2026, alhamdulillah, InsyaAllah sebentar lagi kepengurusannya akan berakhir. Jika kita merunut ke belakang isu-isu strategis pembangunan umat dan bangsa seperti makanan halalan toyiban (halal food), sistem kelembagaan sosial- ekonomi syariah spt Bank Muamalat Indonesia (BMI), pemberdayaan Imaratul masajid dan pondok pesantren spt Darul Falah dan BKSPP Indonesia, ide dasarnya datangnya dari Bogor.

Oleh karena itu, saya AA selaku salah seorang pendiri ICMI, mari terus kita kibarkan panji-panji ICMI dengan berbagai ragam aktifitas Pengabdian 5 K ICMI di wilayah Bogor dalam rangka beramar makruf nahi mungkar secara kreatif dan inovatif atas landasan niat beramal sholeh dan beribadah kepada Allah SWT.
Apa-apa yang telah dilakukan Batom ICMI Alisa Khadijah wilayah Bogor, yang merupakan wadah berhimpun kaum pengusaha muslimah, merupakan langkah dan cara yang sangat tepat untuk menjawab status kekhususan Orwil Bogor.

Demikian narasi tentang keicmian dan Batom ICMI Alisa Khadijah Orwil Khusus Bogor agar diketahui dan dipahami, sehingga kita warga ICMI tetap memiliki watak yang baik (best characters) 3 (triple) C yaitu Concept, Concent and Commitment, sehingga ICMI maju dan berjaya!
Sebagaimana bunyi syair Hyme ICMI… “jayalah ICMI Kita”.

Akhirulkalam, semoga kehadiran Tulisan saya AA ini bermanfaat dan saya memohon maaf apabila ada salah dan kekhilafan yang tak berkenan di hati para pembaca budiman. Semoga Allah SWT selalu memberkahi kehidupan kita, selamat di dunia dan akhirats, Aamiin-3 YRA***

Gallery and Ecofunopoly, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel. Sindangsari Botim City, West Java, Senin 27 April 2026###

Wassalam.
====👍👏🤝
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad. MSi (Pendiri dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor thn 1986-2024, Konsultan proyek K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-Tulisannya di Media Sosial dalam rangka ikut serta mewujudkan Visi dan Misi Indonesia Emas thn 2045)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *