Rekonsiliasi Kadin Kabupaten Bogor

  • Whatsapp

jurnalbogor.com – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Terima kasih kang Budi Haryadi yang baik, “kreen and mantul” atas share foto-foto para inohong yang hadir dalam meeting informal antara Ketua dan Wantim Kadin, bersama 3 orang kandidat bakal Calon ketua pada hari Minggu malam (28/6/2026) di Rest Sarumpoen Bogor Baru, Kota Bogor.

Adanya meeting informal yang diinisiasi ibu Shinta selaku Ketua Kadinda Kabupaten Bogor, sangat saya apresiasi. Walaupun kondisi kesehatan saya agak terganggu terserang flu berat dan badan meriang, saya memaksakan diri datang ke Rest Sarumpoen dengan naik Grab, isteri saya melarang membawa mobil sendiri, ada kekhawatiran dropnya konsentrasi akibat minum obat flu Inza yang membuat mengantuk. Walaupun saya mengetahui dari putriku kondisi lalu lintas macet, termasuk jalur Tol Ciawi-Kota Bogor, digeogle map tampak warna merah, antrean panjang di gerbang Tol Ciawi, mobil menuju Jakarta atau Bogor.

Read More

Menurut pendapat saya, karena informal meeting bermakna strategis dalam rangka bersilaturrahmi sekaligus “membriefing” untuk menyamakan persepsi ke 3 tokoh anggota Kadin yang akan maju berkontestasi dan berkompetisi dalam Mukab nanti, maka saya memandangnya informal meeting ini begitu sangat penting atas kehadiran saya, apalagi sehari sebelumnya Sabtu (27/6/2026), saya diundang “informal meeting” oleh Gustav Manurung dan Suherlan di Resto Gedung HA IPB University.

Dari pertemuan tersebut banyak kemajuan, hal-hal positif “titik temu” dalam upaya mengakselerasi terwujudnya rekonsiliasi antara kedua kubu “yang bertikai” yang perlu saya laporkan kepada ibu Shinta selaku Ketua Kadinda. Event informal meeting merupakan juga faktor penentu untuk memuluskan terlaksananya Mukab, yang InsyaAllah direncanakan pelenggaraannya pada bulan Agustus 2026 mendatang.

Gambar-gambar yang dishare via WA japri oleh kang Budi tersebut sungguh menarik, dan mengesankan bagi saya AA, dalam menghadapi dinamika organisasi dan kelembagaan Kadin, yang mengalami pasang-surut (up and down), juga merupakan “sweet memory” dalam upaya rekonsiliasi kepengurusan Kadinda Kabupaten Bogor, yang harapan kita bisa bersatu padu kembali, InsyaAllah.

Syukron saya AA ucapkan kepada teman-teman Pengurus Kadin atas kepercayaannya, dimana telah menugaskan saya untuk menjadi “penengah” atau jembatan (bridging) untuk menciptakan sebuah perdamaian, diawali dengan terciptanya rekonsialisasi antara 2 poros.

Jujur saya berkata, setelah saya mempelajari data dan informasi kedua belah pihak yang “berkonflik” bahwa saya simpulkan kepengurusannya sudah terbelah dua (polarisasi) hampir lk 1,5 tahun lamanya bahkan lebih. Kondisi yang tidak mengenakan tersebut, harus segera diakhiri.

Hendaknya dengan adanya rapat Wantim Kadin bersama bu Ketua Shinta bersama ketiga kandidat bakal calon Ketua, konflik kian mereda dan kita para Kadiners bisa hidup rukun dan damai kembali dalam kebersamaan, kekeluargaan (brother hood), based on solidaritas dan soliditas yang sesungguhnya.

Kita selaku umat beragama, sesungguhnya sudah sangat paham bahwa tugas dengan misi menciptakan perdamaian dalam perspektif Islam adalah amanah mulia untuk mendamai 2 kubu saudara kita yang berkonflik. Walaupun amanahnya mulia untuk mewujudkan perdamaian tidaklah mudah, penuh tantangan dalam menunaikan tugas untuk menengahi 2 kubu akibat pertikaian yang sudah terlalu dalam dan sudah berlangsung cukup lama (lebih dari 1,5 tahun).

Akan tetapi, subhanallah atas berjalannya waktu disikapi dengan kesabaran, mulai terbangunnya komunikasi 2 arah antar 2 kubu yang semakin berkualitas dan terakhir ada faktor penengah yang dianggap akomodatif dan dipercaya oleh 2 kubu, ya…alhamdulillah hasilnya positif dan konstruktif untuk mengakhiri konflik tsb.

Kita berharap dalam forum Mukab Kadinda Kabupaten Bogor yang akan digelar bulan Agustus 2026 mendatang sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi dan menampung berbagai aspirasi kepentingan, hendaknya Mukab bisa berlangsung aman, nyaman dan lancar, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan Mukab yang tepat (presisi) dalam pencapaian rekonsiliasi dan rekonsolidasi, bersifat inklusif-akomodatif dan tanpa ekses spt munculnya ketidak puasan diantara anggota Kadin yang berstatus biasa dan luar biasa (asosiasi) yang tergabung dalam wadah Kadin.

Alhamdulillah, berdasarkan gejala sosial yang tampak dalam kurun waktu kemudian, telah menunjukan hasilnya ke arah positif dan konstruktif.

Nampaknya dari beberapa kali meeting informal yang sempat saya hadiri, menunjukan hal-hal yang sangat positif dan progresif, setelah saya AA memberikan sumbang saran dan pemikiran dan atau pandangan persuasif dalam kaca mata perspektif agama dan saintifik ilmu sosial yang saya pahami dan kuasai, sehingga semakin meredakan ketegangan dan pertentangan sosial, terutama kubu Gustav dkk sudah ada kesepahaman antara kedua kubu untuk segera saling bersatu kembali dalam forum Mukab Kadinda Kab. Bogor thn 2026, barangtentu dengan langkah-langkah solusi yang akomodatif, bijaksana dan bestari, yang telah disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Semoga Allah SWT menganugerahi jalan atau solusi terbaik. Mukab Kadinda Kab Bogor thn 2026, yang akan digelar nanti berjalan lancar dan dirahmati Allah SWT, kita rukun kembali dalam wadah organisasi dunia usaha Kadin berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Demikian narasi ringkas menuju rekonsiliasi, dan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan teman-teman Kadin untuk mewujudkan rekonsiliasi ini. Saya AA mohon maaf apabila dalam proses negoisiasi ada hal-hal yang tak berkenan di hati. Akhirul kalam, semoga perjalanan dinamika organisasi Kadin kini dan kedepan senantiasa dalam lindungan, pertolongan dan ridho Allah SWT, Aamiin-3 YRA. ***

Gallery and Ecofunworkshop, Kp Wangun Atas, Rt 06 Rw 01 Kel.Sindangsari Botim City, West Java, Senin (29/6/2026).
Wassalam
====🙏
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad. MSi (Wakil Ketua Wantim Kadinda Kabupaten Bogor yang diberi amanah/mandat Rapat Pleno Lengkap sebagai “negosiator” dan jembatan (bridge) perdamaian, Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-tulisannya di Media Sosial)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *