jurnalbogor.com – Sebanyak 76 tim sepakbola dari berbagai Sekolah Sepakbola (SSB) ambil bagian dalam Liga Jabar Istimewa Kabupaten Bogor 2026. Puluhan tim tersebut bersaing memperebutkan tiket menuju Liga Jabar tingkat provinsi sebagai langkah awal menuju Piala Presiden.
Kompetisi sepakbola usia dini ini mempertandingkan dua kategori kelompok umur (KU), yakni KU 10 tahun dan KU 12 tahun.
Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor, Iswahyudi mengatakan, peserta Liga Jabar Istimewa tahun ini terdiri dari 31 tim KU 10 dan 45 tim KU 12.
“Dari pertandingan ini nantinya akan diambil lima tim untuk mewakili Kabupaten Bogor di tingkat Puncak Raya,” ujar Iswahyudi kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Sementara itu, Plt Sekum Asprov PSSI Jawa Barat, M. Jaelani Saputra menjelaskan, hingga saat ini sudah ada 24 kabupaten/kota di Jawa Barat yang melaksanakan Liga Jabar Istimewa.
Menurutnya, saat ini hanya tersisa tiga daerah yang belum menggelar kompetisi tersebut, yakni Kota Bogor, Sukabumi, dan Karawang.
“Pada pertandingan ini nantinya ada lima tim yang akan bertanding ke tingkat regional sebelum menuju tingkat provinsi dan nasional. Nantinya, yang terbaik akan mewakili Indonesia di kejuaraan internasional,” kata Jaelani.
Jaelani menambahkan, saat ini tercatat sebanyak 113 ribu anak tergabung dalam SSB se-Jawa Barat dan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Menang kalah itu biasa, tapi tunjukkan kualitas permainan,” ujarnya.
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan mengatakan, turnamen ini menjadi salah satu wadah seleksi calon atlet sepakbola potensial asal Kabupaten Bogor.
“Saya berharap nantinya akan lahir pemain timnas sepakbola dari Kabupaten Bogor,” ujar Arif.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, yang membuka secara resmi Liga Jabar Istimewa Kabupaten Bogor 2026, berpesan agar seluruh peserta dapat menikmati pertandingan dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Menurut Asnan, menang dan kalah merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi. Namun yang terpenting, para pemain mampu menunjukkan kemampuan dan skill terbaik yang telah dilatih selama ini.
“Silakan adu kemampuan, adu skill. Tunjukkan teknik yang sudah diajarkan pelatih,” kata Asnan.
Asnan juga mengingatkan para wasit agar tetap profesional dan memimpin pertandingan secara adil. (Aga*)






