jurnalbogor.com – Universitas Pakuan (Unpak) membekali 1.516 mahasiswa baru dengan nilai kebangsaan, karakter, dan kecakapan teknologi melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Mengusung tema “Bela Negara di Era AI: Beretika, Berkarakter, Cerdas Teknologi, dan Anti Kekerasan”, kegiatan tersebut digelar selama dua hari, 15–16 September 2026.
PKKMB diikuti mahasiswa baru dari tujuh fakultas dan Sekolah Vokasi. Selain mengenalkan lingkungan kampus, kegiatan ini diisi dengan pembekalan mengenai kehidupan akademik, kemahasiswaan, karakter, kebangsaan, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Ketua Panitia PKKMB 2026 sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unpak, Dr. Ir. Singgih Irianto, mengatakan tema yang diangkat disesuaikan dengan perubahan kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan tinggi yang semakin dipengaruhi perkembangan AI.
Menurut Singgih, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menjaga integritas akademik, memilah informasi, serta memahami batasan dalam penggunaan AI.
“Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap perubahan kehidupan masyarakat dan pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial,” ujar Singgih.
Ia menjelaskan, PKKMB juga menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila, integritas, toleransi, gotong royong dan kedisiplinan kepada mahasiswa baru.
Nilai-nilai tersebut diperkuat melalui budaya Kepakuanan, termasuk prinsip silih asih, silih asah, dan silih asuh yang diharapkan menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Unpak.
Dari total 1.516 mahasiswa baru, Fakultas Hukum menyumbang 131 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 416 mahasiswa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 152 mahasiswa, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya sebanyak 321 mahasiswa.
Kemudian, Fakultas Teknik diikuti 254 mahasiswa, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 177 mahasiswa, dan Sekolah Vokasi sebanyak 65 mahasiswa.
Singgih menuturkan, rangkaian PKKMB dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus memahami sistem akademik dan budaya kehidupan kampus.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan organisasi kemahasiswaan serta berbagai bentuk kegiatan yang dapat mendukung pengembangan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Sementara itu, Rektor Unpak Prof. Didik Notosudjono menilai tema PKKMB 2026 relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Menurut Didik, perkembangan AI telah merambah berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan penelitian hingga dunia kerja, industri, pemerintahan, ekonomi kreatif, kesehatan, komunikasi, serta proses pengambilan keputusan.
Ia mengatakan perkembangan teknologi membuka berbagai peluang, namun harus diiringi kemampuan manusia dalam menjaga etika dan karakter.
“Jangan hanya menjadi generasi yang mampu menggunakan teknologi. Jadilah generasi yang mampu mengendalikan, mengarahkan, dan menggunakan teknologi untuk kemanusiaan dan kemajuan bangsa,” pesan Didik kepada mahasiswa baru.
Didik mengingatkan mahasiswa agar kemajuan AI tidak membuat manusia kehilangan pertimbangan moral.
Menurutnya, semakin cepatnya arus informasi harus dibarengi kemampuan membedakan informasi yang benar dan keliru serta kesadaran untuk bertanggung jawab atas setiap penggunaan teknologi.
“AI boleh semakin cerdas, tetapi manusia tidak boleh kehilangan nurani. Informasi boleh semakin cepat, tetapi kebenaran, etika, dan tanggung jawab harus tetap menjadi pedoman,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep bela negara pada abad ke-21 tidak semata-mata diwujudkan melalui aktivitas fisik atau mengangkat senjata.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan AI, bela negara dapat diwujudkan melalui kecakapan digital, kemampuan menjaga persatuan, serta kecerdasan moral dalam menggunakan teknologi.
Mahasiswa diminta mampu membedakan informasi dengan disinformasi, inovasi dengan penyalahgunaan teknologi, serta kebebasan berekspresi dengan tindakan yang dapat merugikan orang lain.
Didik juga mendorong mahasiswa memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan menghasilkan karya, bukan sebagai pengganti proses berpikir atau sarana melakukan kecurangan akademik.
“Gunakan teknologi untuk membangun peradaban, bukan untuk menyebarkan kebencian. Dan gunakan kecerdasan digital untuk memperkuat persatuan, bukan untuk memperbesar perpecahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Didik mengatakan Unpak tidak hanya berorientasi menghasilkan mahasiswa dengan capaian akademik tinggi.
Perguruan tinggi, kata dia, juga memiliki tanggung jawab membentuk manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, mampu berpikir dan bertindak secara mandiri, serta memiliki karakter dalam kehidupan bermasyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan visi Unpak, yakni “Unggul, Mandiri dan Berkarakter.”
Didik menjelaskan, unggul berarti mahasiswa memiliki kompetensi, wawasan, kreativitas, daya saing, serta kemampuan menghasilkan karya terbaik.
Sementara mandiri dimaknai sebagai kemampuan untuk berpikir kritis, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, tidak mudah bergantung kepada orang lain, serta memiliki keberanian menghadapi berbagai tantangan.
Adapun karakter menjadi fondasi agar kemampuan akademik dan teknologi yang dimiliki mahasiswa tetap digunakan dengan menjunjung etika, tanggung jawab, kemanusiaan, serta kepentingan bangsa.
Dengan demikian, PKKMB 2026 menjadi tahap awal bagi 1.516 mahasiswa baru Unpak untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami peran yang akan mereka jalankan sebagai bagian dari sivitas akademika.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan sikap kritis, etis, bertanggung jawab dan tetap berkarakter.
(FDY)






