Rudy Susmanto Clear “Nggak Tau yang Lain”

  • Whatsapp
Bupati Bogor, Rudy Susmanto (tengah).

jurnalbogor.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan dirinya tak ada pertemuan dengan sejumlah tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang melibatkan Fahd A Rafiq, pejabat ATR/BPN dan Presiden Direktur (Presdir) PT Summarecon Agung Tbk.

“Rapat sehari, dua hari atau seminggu lalu yang berkaitan dengan Summarecon itu saya pastikan tidak ada, tapi yang lain gak tau. Kalau saya pribadi tidak ada,” tegas Rudy.

Read More

Ketua DPRD periode 2019-2024 itu mengatakan, bahwa pihaknya rutin lakukan pemadaman secara intensif terhadap api yang membakar sampah TPAS Galuga sejak beberapa hari lalu.

“Saya 9 hari di Galuga. Kalau beberapa bulan lalu pertemuan itu betul, tapi dalam rapat cukup banyak pihak. Kami memfasilitasi audiensi antara warga masyarakat dengan kepala desa yang berada di wilayah BSS, bukan Summarecon,” kata Rudy.

Lebih lanjut, Wasekjen DPP Partai Gerindra itu mengungkapkan,pihaknya dukung penuh langkah lembaga anti rasuah itu dalam menuntaskan perkara mafia tanah yang menjerat banyak tersangka itu.

“Kami pada prinsipnya mengikuti, menghormati proses hukum yang berlaku. Kami mendukung KPK, apa saja yang dapat dibantu baik secara administratif maupun data, bila dibutuhkan kami siap mendukung,” ujar Rudy.

Senada dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika yang sedang berdiri di belakang Rudy Susmanto. Ajat menapik adanya pertemuan yang sempat dilontarkan wartawan saat konferensi pers KPK atas OTT terkait kepengurusan SHGB Summarecon di Kabupaten Bogor.

“Saya juga tidak ada pertemuan,” singkat Ajat seraya saat Bupati Bogor diwawancarai terkait kebenaran pertemuan sebelum OTT Summarecon.

Tak hanya Sekda Kabupaten Bogor, Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor, Teuku Mulya juga tidak membenarkan adanya pertemuan dengan pihak yang terjerat perkara Tipikor tersebut “Saya juga tidak ada ketemuan,” kata Teuku.

Kabar pertemuan dengan pejabat Pemkab Bogor tersebut muncul setelah adanya pertanyaan dari wartawan dalam konferensi pers KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor dan sejumlah lokasi lainnya di wilayah Jabodetabek. (Ando)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *