Oknum Security PT Sayaga Wisata Diduga Pungli Pedagang

  • Whatsapp
Rest area Gunung Mas Puncak

Jurnal Bogor – Keberadaan pasar malam di rest area Gunung Mas Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, diduga jadi ajang pungutan liar (pungli) oleh oknum pengelola rest area. Sebab, pedagang yang bukan masuk kedalam anggota pengusaha pasar malam, untuk bisa berjualan di rest area tersebut harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 1 juta.

Ajat, pedagang makanan cilor mengatakan, semua pedagang yang ingin berjualan di rest area Gunung Mas persis nya diluar stand pasar malam, harus mengeluarkan biaya sewa juga.

Read More

Tetapi, lanjutnya, biaya sewa yang diminta kepada pedagang, bukan dilakukan pihak pengusaha pasar malam. “Setiap yang mau berjualan di rest area ini, diminta membayar sewa lahan sebesar Rp.1 juta oleh oknum security dari pihak pengelola rest area, kepanjangan PT Sayaga Wisata Kabupaten Bogor,” akunya kepada Jurnal Bogor.

Ajat mengatakan, dirinya bisa berjualan di lokasi taman rest area depan stand pasar malam, karena membayar ke oknum security sebesar Rp.20 ribu setiap harinya.

“Satu hari saya harus bayar Rp.20 ribu. Tapi saya disuruh pindah ke sebelah ujung lokasi pasar malam, bersama pedagang lain yang sudah membuat uang sewa ke oknum security,” kata pedagang yang awalnya berjualan di Riung Gunung Puncak.

Sebelumnya, Ajat mengungkapkan, untuk biaya sewa stand yang disediakan pengusaha pasar malam, pedagang harus mengeluarkan uang sebesar Rp.3 juta.

“Pedagang diminta bayar uang sewa sebesar itu ke Renol, pengelola pasar malam. Saya tahu dari para pedagang yang sudah menempati stand pasar malam,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi di rest area Gunung Mas, Sabtu (27/1) malam.

Pedagang jajanan yang menggunakan gerobak saat berjualan itu mengaku, ingin berjualan di stand yang disediakan pengusaha pasar malam, namun mahalnya harga sewa yang diminta, membuat keinginannya tersebut tidak bisa terwujud.

“Uang sewa sebesar itu dapat darimana. Dan juga, semua stand sudah terisi penuh oleh para pedagang,” imbuhnya.

Hingga saat ini, Aminudin, Direktur Umum (Dirut) PT Saya Wisata saat dikonfirmasi terkait biaya sewa stan pedagang tetap tidak mau memberikan keterangan apapun.

Melalui balasan pesan whatsapp, Aminudin menyarankan agar konfirmasi ke Direktur Utama (Dirum) PT Sayaga Wisata, Supriadi Jufri untuk persoalan pasar malam di rest area Gunung Mas.

“Agar satu pintu, konfirmasi saja langsung ke Dirut Sayaga Wisata. Kebetulan saya lagi touring bawa motor, jadi telat respon,” akunya.

Saat dikonfirmasi, hingga saat ini Supriadi Jufri, pucuk pimpinan di perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut, sama sekali tidak merespon.

(DS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *