jurnalbogor.com – Selain menelusuri sejarah dan rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat, perayaan puncak Hari Jadi Bogor (HJB) di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung juga melahirkan akselerasi kebijakan pembangunan.
Gowes Napak Tilas Bogor, Ngubek Empang, Tawasulan di Pendopo pertama Bupati Bogor Ipik Gandamana, upacara dan Paripurna mewarnai kegiatan puncak HJB ke 544 yang jatuh pada tanggal 3 Juni 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan,
Rudy Susmanto menegaskan, bahwa dipilihnya Malasari sebagai lokasi peringatan HJB ke-544 Tahun bukan sekadar seremoni.
“Momentum ini upaya mengingat kembali perjalanan panjang sejarah Kabupaten Bogor sekaligus memperkuat semangat membangun daerah dari seluruh wilayah, termasuk kawasan Bogor Barat,” tegas Rudy
Ketua DPRD periode 2019-2024 itu menambahkan, Kabupaten Bogor tidak boleh melupakan akar sejarah yang menjadi fondasi berdirinya wilayah Buni Tegar Beriman.
“Dengan kembali memperingati Hari Jadi Bogor di lokasi bersejarah, kami ingin masyarakat untuk memahami perjalanan para pendahulu yang telah meletakkan dasar pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, bahwa puncak peringatan HJB di Malasari telah memberikan dampak positif secara langsung terhadap masyarakat setempat.
“Alhamdullilah semua Organisasi Perangkat Daerah dan tamu yang datang itu mengingat di rumah-rumah warga. Kami juga memberikan anggaran untuk para desa memasak sebagai hidangan para tamu yang hadir,” kata Rudy.
Tak hanya itu, lanjut Rudy, pihaknya juga menerima langsung berbagai aspirasi masyarakat setempat untuk sektor pembangunan yang belum maksimal dilakukan pemerintah.
“Bermalam di Malasari berkesan sekali, ada ibu-ibu menyampaikan ingin adanya ambulance untuk pelayanan masyarakat karena sekarang infrastruktur jalannya sudah cukup baik
Ia mengungkapkan, sektor pendidikan juga menjadi sorotan pihaknya untuk di wilayah tetangga Nanggung, yang juga menjadi bagian barat Kabupaten Bogor.
“Di Pamijahan SD itu ada dua yang harus direvitalisasi, lalu SMP dan SMA masih sistem satu atap yang menyebabkan kegiatan belajar mengajarnya bergantian. Tentunya ini akan segera kami tindak lanjuti,” ungkapnya.
Senada, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winata memaparkan, bahwa perayaan puncak HJB menjadi pondasi pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan berkelanjutan.
“HJB kali ini digelar di pusat pemerintahan Kabupaten Bogor pertama, artinya di sini awal mula perjuangan sosok Bupati pertama yakni Raden Ipik Gandamana membangun Kabupaten Bogor. Maka dari itu, ini menjadi dasar kami untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Bogor lebih baik lagi,” papar Sastra. (Ando)






