Otak Bisa Rusak Jika Kebiasaan Ini Masih Dilakukan

  • Whatsapp
ilustrasi makanan bergula

Jurnal Bogor – Ada sejumlah kebiasaan yang menurut para ahli dihindari agar otak tetap sehat. Pasalnya, otak memilik banyak fungsi penting bagi kelangsungan hidup manusia.

Menurut spesialis gangguan otak, dr Daniel Amen, ada empat kebiasaan yang banyak dilakukan orang namun sebenarnya bisa merusak otak. Berikut ini adalah keempat kebiasaan tersebut, seperti di laman Express dikutip dari RMOL, Senin (29/1/2024):

1. Banyak mengonsumsi gula



Asupan gula yang berlebih bisa memicu terjadinya peradangan dan meningkatkan risiko diabetes. Bila diabetes sudah terjadi, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah.



“Anda akan mendapatkan aliran darah yang lebih rendah ke otak Anda,” kata dr Amen.



Selain itu, kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebih juga dapat memicu terjadinya adiksi. Kondisi ini akan semakin memperbesar peluang terjadinya diabetes dan obesitas.

 “Saat berat badan badan Anda meningkat, ukuran fisik dan fungsi otak Anda menurun,” ujar dr Amen.



2. Menyundul bola



Banyak pemain bola yang kerap menunjukkan kebolehan mereka dalam menyundul bola. Dr Amen menilai kebiasaan ini perlu dihindari karena berpotensi membawa dampak buruk bagi kesehatan otak, termasuk meningkatkan risiko terjadinya demensia.



Hal ini juga didukung oleh sebuah studi yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Karolinska Institutet di Swedia. Studi ini menemukan bahwa pemain bola memiliki peluang 50 persen lebih tinggi untuk mengalami demensia dibandingkan populasi umum.



3. Mengonsumsi kafein berlebih



Asupan kafein bisa membatasi aliran darah ke otak. Studi juga menemukan adanya konsumsi kafein berlebih dengan penyusutan otak. Selain itu, studi menemukan adanya hubungan antara konsumsi kafein dengan gangguan tidur.

Seperti diketahui, gangguan tidur juga berkaitan dengan kejadian demensia. 

”Bila Anda hanya mengonsumsi 100 mg kafein per hari mungkin itu tidak apa-apa,” kata dr Amen.



4. Merokok



Nikotin dari rokok juga bisa menghambat aliran darah ke otak. Di samping itu, studi dari tim ilmuwan di Washington University School of Medicine menemukan bahwa kebiasaan merokok bisa menyusutkan otak. Penyusutan otak merupakan kondisi yang berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif, demensia, dan penyakit Demensia. 

(ASS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *