Bupati Rudy Susmanto Adopsi Gaya Militer

  • Whatsapp
ilustrasi AI

jurnalbogor.com – Bupati Bogor Rudi Susmanto berencana mengadopsi gaya militer untuk menggenjot produktivitas kinerja para birokrat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia ingin jajarannya memiliki semangat juang dan kedisiplinan seperti prajurit Kopassus. 

Pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu disampaikan saat menghadiri perayaan HUT ke-74 Kopassus yang digelar di Batalyon 13 Grup 1 pada Sabtu (25/4/2026). 

Read More

Ia meyakini bahwa prinsip kebersamaan yang kokoh di tubuh korps baret merah merupakan kunci utama dalam menciptakan sistem pelayanan publik yang responsif.

“Di Kopassus ada prinsip sederhana: senang bersama, susah bersama. Kalau nilai ini kita terapkan di pemerintahan, maka pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih cepat dan tepat,” ungkap politikus Partai Gerindra.

Beliau juga menekankan pentingnya aparatur sipil memiliki empati mendalam agar program pembangunan yang dijalankan benar-benar selaras dengan kebutuhan rakyat kecil. 

Menurut Rudy, jika rakyat merasa kesulitan, maka pemerintah wajib merasakan beban yang sama agar muncul dorongan bekerja yang tulus. “Kalau rakyat kita miskin, kita harus merasa miskin,” tegasnya.

Untuk informasi, komitmen Rudy Susmanto mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan dan patriotisme selayaknya prajurit Kopassus terkait latar belakangnya sebagai putra dari seorang purnawirawan TNI. 

Ayahnya bernama Dada Hardiana yang berasal dari Majalaya, Bandung Selatan, Jawa Barat. Ibunya bernama Tety Rohaety, ibu rumah tangga. Sang ibu berasal dari Cimalaka, Sumedang, Jawa Barat.

Rudy lahir di Sukoharjo lantaran ayahnya merupakan anggota TNI AD tengah bertugas di Solo, Jawa Tengah, Ayahnya Rudy merupakan anggota Kopassus. Dulu kesatuan khusus ini bernama RPKAD, Kopasanda lalu saat ini menjadi Kopassus.

Selain ingin menerapkan gaya dan prinsip militer di lingkup birokrasi, Rudy  juga terus mengintensifkan kolaborasi lintas instansi guna mempercepat roda pembangunan di Kabupaten Bogor. 

Ia menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab Bogor dengan jajaran TNI dan Polri merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah serta memastikan proyek infrastruktur berjalan tepat waktu.

Langkah nyata Bupati  Rudy  dalam membangun sinergi adalah menyambangi Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung pada 20 April 2026. 

Pertemuan tersebut bertujuan memperkokoh kerja sama antara pemerintah daerah dengan satuan elit TNI AD dalam mendukung berbagai program pengabdian masyarakat di wilayah Bogor.

Selain itu, Rudy juga terlibat aktif dalam koordinasi bersama Korem 061/Suryakancana dan Polres Bogor. Ia menyatakan bahwa tantangan geografis dan sosial di Kabupaten Bogor mengharuskan seluruh elemen Forkopimda bergerak dalam satu irama.

“Sinergi yang terus terjalin ini menjadi kekuatan bersama dalam memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Rudy Susmanto  di Cibinong baru-baru ini.

Melalui paduan nilai militer dan birokrasi, Rudy optimis target pembangunan daerah akan tercapai secara lebih presisi dan tepat sasaran.

Adapun Komandan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus, Letkol Inf. Gerry Heikal Cholid, mengapresiasi dukungan pemda dalam menyukseskan berbagai renovasi fasilitas dan program sosial di satuannya.

“Sinergi ini terbukti efektif mengatasi kendala lingkungan, seperti normalisasi aliran Sungai Cibeuteung yang berhasil meminimalisir risiko banjir bagi warga sekitar,” ucapnya. (red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *