jurnalbogor.com – Puluhan goweser dari berbagai komunitas, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta atlet Indonesia Cycling Federation (ICF) Kabupaten Bogor ambil bagian dalam kegiatan Gowes Napak Tilas Bogor 2026 dengan rute dari Pendopo Tegar Beriman, Cibinong menuju Pendopo Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Selasa (2/6/2026). Para peserta menempuh jarak sekitar 65 kilometer.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, didampingi Ketua KONI Kabupaten Bogor Arif Rochmawan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Asnan AP, Ketua Panitia Pelaksana Gowes Napak Tilas Bogor A. Wildan, Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rike Iskandar, serta jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Bogor.
Ketua Panitia Pelaksana Gowes Napak Tilas Bogor, A. Wildan, mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai sejarah dan edukasi yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
“Puluhan peserta ambil bagian dalam event gowes yang memiliki makna sejarah dan edukasi terkait perjalanan Kabupaten Bogor,” ujar Wildan.
Ia menjelaskan, Gowes Napak Tilas Bogor 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang diperingati pada 3 Juni 2026.
Menurut Wildan, gagasan kegiatan tersebut berasal dari Bupati Bogor Rudy Susmanto yang memiliki perhatian besar terhadap sejarah bangsa, termasuk sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Bogor.
“Gagasan Gowes Napak Tilas Bogor ini dari Pak Bupati Bogor Rudy Susmanto yang sangat peduli terhadap sejarah bangsa, termasuk sejarah perjalanan Kabupaten Bogor,” katanya.
Wildan menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor bermula dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
Di kawasan tersebut berdiri kantor dan pendopo Bupati Bogor pertama, Ipik Gandamana, yang menjabat pada periode 1948 hingga 1950.
“Masih banyak generasi muda Kabupaten Bogor yang belum mengetahui jejak sejarah pemerintahan Bogor yang berada di Desa Malasari. Melalui Gowes Napak Tilas Bogor ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal sejarah pemerintahan Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat besar dalam menumbuhkan kesadaran sejarah masyarakat sekaligus mengenalkan sosok Ipik Gandamana sebagai Bupati Bogor pertama.
Menurut Arif, Ipik Gandamana tidak hanya tercatat sebagai Bupati Bogor pertama, tetapi juga pernah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ke-6 pada periode 1956 hingga 1960.
“Pak Ipik Gandamana juga pernah menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia ke-14 dan menjabat pada periode 1959 hingga 1964,” ujar Arif.
Ia menegaskan, nilai edukasi dan sejarah yang dimiliki kawasan Malasari tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang pemerintahan Kabupaten Bogor.
Selain itu, Arif menilai Gowes Napak Tilas Bogor dapat mendukung pengembangan program sport tourism Kabupaten Bogor sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan wisata Malasari.
“Gowes Napak Tilas Bogor ini tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang sejarah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan sport tourism yang mampu menarik wisatawan datang ke kawasan wisata Malasari,” pungkasnya. (Aga)






