Banjir Rendam 8 Desa di Kabupaten Bogor

  • Whatsapp
ilustrasi

jurnalbogor.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat curah hujan meningkat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat, banjir merendam delapan desa di tiga kecamatan pada Sabtu (18/4/2026). Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh meluapnya beberapa aliran sungai akibat tingginya intensitas hujan. “Di Kecamatan Cigudeg terdapat enam desa terdampak, yakni Desa Cintamanik, Argapura, Bangun Jaya, Rengasjajar, Tegalega, dan Batujajar,” kata Adam dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).

Read More

Ia menyebutkan, khusus di wilayah Cigudeg, banjir diduga disebabkan meluapnya Kali Tipar, Kali Cipangaur, dan Kali Kadaung. Peningkatan debit air sungai terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam durasi cukup lama.

Selain faktor curah hujan, kondisi aliran sungai yang tidak mampu menampung volume air juga menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga. Selain Kecamatan Cigudeg yang menjadi wilayah paling terdampak, banjir juga dilaporkan terjadi di dua kecamatan lainnya, yaitu: Kecamatan Jasinga, tepatnya di Desa Cibarengkok Kecamatan Rumpin, meliputi Desa Kampung Sawah dan Desa Leuwibatu.

Menurut Adam, masing-masing wilayah memiliki faktor pemicu yang berbeda. Di Desa Kampung Sawah, banjir diduga terjadi akibat tersumbatnya aliran kali, sementara di Desa Leuwibatu disebabkan meluapnya Sungai Citempuhan. Perbedaan penyebab ini menunjukkan bahwa selain faktor cuaca, kondisi infrastruktur dan lingkungan turut memengaruhi tingkat kerawanan banjir di suatu wilayah.

BPBD bersama aparat kecamatan, pemerintah desa, serta relawan telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan. Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Adam menyampaikan bahwa kondisi banjir di Kecamatan Cigudeg mulai berangsur surut. Namun demikian, petugas tetap siaga mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi.

“Untuk Cigudeg saat ini sudah mulai surut, tetapi kami tetap melakukan pemantauan karena potensi hujan masih ada,” ujarnya.

Langkah pemantauan ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir kembali, terutama jika intensitas hujan meningkat dalam beberapa hari ke depan. BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Warga juga diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat. Kewaspadaan ini dinilai penting mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak lengah meskipun kondisi air mulai surut.

Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan curah hujan tinggi di Jawa Barat. Kondisi geografis serta banyaknya aliran sungai menjadikan daerah ini rentan terhadap banjir, terutama saat musim hujan. Selain faktor alam, kondisi lingkungan seperti penyumbatan aliran air dan perubahan tata guna lahan juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir. (yev*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *