jurnalbogor.com – Paguyuban Lulusan AKKUR Indonesia (Palakkuri) mensosialisasikan pendirian Koperasi Produsen Mandiri Berdaulat Nanggung dengan pemberdayaan warga petani di lingkup Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, baru baru ini.
Acara berlangsung di Aula Kecamatan Nanggung menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui kelembagaan ekonomi yang kuat dan mandiri.
Acara sosialisasi dihadiri Sekretaris Camat Nanggung, Babinsa perwakilan Kapolsek Nanggung, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian, perwakilan Saspri Nasional, serta pejabat ahli dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor.
Ditengah hadirnya para pemangku kepentingan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung tumbuhnya koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di wilayah Kecamatan Nanggung.
Wali Utama Palakkuri Didih Radiatna mengungkapkan, terbentuknya koperasi yang merupakan Koperasi Mandiri Berdaulat Nanggung diharapkan dapat menjadi rumah bersama yang melindungi para petani.
”Upaya kami dengan memberdayakan anggota, serta mensejahterakan seluruh keluarga petani,” kata dia.
Melalui koperasi, menurut Didih, Palakkuri ingin petani tidak lagi berada pada posisi yang lemah, tetapi menjadi pelaku utama yang mandiri dan berdaulat dalam mengelola produksi, pemasaran, dan nilai tambah hasil pertanian mereka.
Sementara itu, Sekretaris Camat Nanggung Burhanudin menyatakan pentingnya kolaborasi multipihak.
Pendirian koperasi ini memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian serta organisasi kemasyarakatan, yakni para petani itu sendiri.
”Kami siap mendukung penuh agar koperasi ini dapat berkembang dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nanggung,” tegasnya.
Tak hanya itu, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor memberikan wawasan mendalam mengenai konsep koperasi, manfaat, serta berbagai persiapan dan persyaratan pendirian koperasi.
Sosialisasi ini juga menjadi forum edukasi bagi calon anggota tentang tata kelola koperasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Salah satu highlight acara adalah pemilihan pengurus dan pengawas Koperasi Produsen Mandiri Berdaulat Nanggung.
Sebagai ketua terpilih Koperasi Nanggung Berdaulat Jajang, memaparkan visi ke depan dengan terwujudnya koperasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
”Setiap langkah harus mengutamakan kepentingan anggota, mulai dari peningkatan produksi, akses pasar yang lebih baik, hingga pengembangan produk olahan bernilai tambah,” ringkasnya.
Terbentuknya Koperasi Mandiri Berdaulat Nanggung menurut Jajang dapat meningkatkan daya tawar petani dalam rantai pasok pertanian sehingga harga jual hasil panen lebih menguntungkan.
”Juga dapat memberikan akses yang lebih mudah terhadap sarana produksi dengan pembiayaan, dan teknologi pertanian modern,” kata dia.
Jajang menjelaskan, mengembangkan usaha bersama seperti pengolahan hasil pertanian, pemasaran dan diversifikasi usaha akan membangun sistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di pedesaan Nanggung.
”Nantinya memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan petani di tingkat lokal. Tentu mMenjadi model koperasi produsen yang dapat direplikasi di kawasan lain di Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Selain itu juga dapat mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam dunia pertanian dan kewirausahaan berbasis koperasi.
Pendirian Koperasi Produsen Mandiri Berdaulat Nanggung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi mesin penggerak kemajuan ekonomi petani yang nyata, inklusif, dan berkelanjutan.
Sementara Palakkuri sendiri adalah organisasi yang berkomitmen memberdayakan petani melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan pembangunan kelembagaan ekonomi yang berbasis koperasi di wilayah Kabupaten Bogor.
** Arip Ekon






