jurnalbogor.com – Pemerintah Kabupaten Bogor sedang berupaya merampungkan pembangunan fisik Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) diiringi dengan upaya merimbunkan jalur hijaunya dengan penanaman pohon sepanjang 8 kilometer.
Bupati Bogor Rudy Susmanto juga menekankan penataan wilayah dengan penanaman pohon di sepanjang jalur 8 kilometer Bomang pada awal 2026. Namun, fakta di lapangan sungguh mengejutkan setelah ditemukan tumpukan sampah di jalur hijau Jalan Bomang.
Praktisi Lingkungan Hidup Nasional, Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dwi Retnastuti, mengaku prihatin dengan kondisi terkini tumpukan sampah yang bertebaran di lokasi tersebut.
“Pastinya sampah-sampah sangat mempengaruhi struktur tanah di lokasi tersebut,” jelasnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, banyaknya sampah plastik (mikroplastik tidak mudah terurai) dapat menyebabkan kerusakan struktur tanah. Sehingga, menyebabkan tanah tidak subur lagi. Demikian pula apabila ada sampah yang mengandung bahan kimia juga merusak struktur tanah, sebab bahan kimia itu akan terurai menjadi bahan yang berbahaya dan tanah menjadi tidak subur.
Ia mengimbau kepada segenap masyarakat semestinya sampah tidak dibuang sembarangan. Memilah sampah adalah langkah terbaik, dimana sampah organik dapat diolah sebagai pupuk untuk bahan penyubur tanah. Sedangkan sampah non-organik bisa didaur ulang.
Ia juga mengingatkan kepada pemerintah setempat bersama pengurus RT RW sebagai ujung tombaknya untuk lebih ketat menjaga kebersihan lingkungan, apalagi kawasan itu menjadi proyek jalan strategis yang juga sedang dirimbunkan.
Selain pengawasan ketat terkait pembuangan sampah juga harus ada aturan tentang pemilahan sampah, tanah yang tercemar sampah juga perlu di remidiasi pastinya, sehingga tanah akan sehat kembali.
Ia juga mengatakan, setelah seluruh lahan di kawasan itu dibersihkan dari sampah, maka dapat menerapkan metode remediasi tanah untuk meningkatkan kesuburan dengan cara menerapkan kompos, pupuk kandang, atau pupuk hijau untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya ikat air, dan menyediakan nutrisi.
“Kemudian, lakukan penggemburan tanah dengan cangkul untuk memperbaiki aerasi, terutama pada tanah yang padat atau keras. Lalu tutup permukaan tanah dengan jerami atau sisa tanaman untuk menjaga kelembaban, mengurangi erosi, dan menambah bahan organik saat terurai.
(say/cc*)






