jurnalbogor.com – Pengurus Cabang Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Bogor, gelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis 2026, yang berlangsung di PB. Sekolah Bulutangkis Asprosena Stadium Parung, mulai tanggal 19 hingga 21 Agustus 2026.
Kejurkab Bulutangkis kali ini diikuti 200 atlet usia Pra Cadet dan Taruna yang merupakan atlet dari klub-klub anggota Pengcab PBSI Kabupaten Bogor.
Ketua PBSI Kabupaten Bogor, Dedi Budi Sumardi mengatakan, Kejurkab ini merupakan agenda wajib yang harus digelar Pengcab dalam menggali potensi-potensi atlet lokal Kabupaten Bogor yang nantinya akan dibina dibawah naungan Pengcab PBSI.
”Ini merupakan agenda rutin yang wajib kita digelar. Apalagi Kejurkab ini bagian dari upaya kita untuk memberikan ruang berkompetisi bagi seluruh atlet binaan klub anggota Pengcab PBSI Kabupaten Bogor,” kata Dedi Budi Sumardi, Rabu (19/8/2026).
Debus sapaan akrab Kepsek SMPN 2 Sukaraja ini menjelaskan, bahwa Kejurkab ini mempertandingkan 13 nomor pertandingan, seperti tunggal putra dan putri, serta nomor ganda putra dan putri.
”Ada 13 nomor pertandingan yang ditandingkan pada Kejurkab 2026 ini,” kata Debus.
Masih kata Debus, Kejurkab ini bagian dari pola pembinaan yang berkelanjutan dilakukan Pengcab dalam mempersiapkan atlet-atlet lokal Kabupaten Bogor untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar tahun 2030 medatang.
Adapun para juara dari Kejukab ini nantinya akan dipersiapkan untuk diturunkan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jabar berikutnya.
Sementara Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, mengapresiasi langkah pembinaan yang berkelanjutan seperti yang dilakukan Pengcab PBSI dalam menggali talenta atlet-atlet lokal Kabupaten Bogor.
”Apa yang dilakukan oleh Pengcab PBSI, sejalan dengan keinginan Bupati Bogor terkait pembinaan atlet sejak usia dini,” kata Arif Rochmawan.
Kang Atep sapaan akrab Ketua KONI ini berharap, dari Kejurkab ini lahir atlet-atlet bulutangkis yang andal, yang akan mengharumkan nama Kabupaten Bogor dikancah nasional maupun nasional. (Aga)






