Echoes of Heritage dan Suara dari Masa Depan Buah Karya Sastra Pelajar SMA Kemala Taruna Nusantara

  • Whatsapp
Pelajar SMA Kemala Taruna Nusantara launching buku Echoes of Heritage dan Suara dari Masa Depan, Gunung Sindur, Minggu (27/09/2026).

jurnalbogor.com – Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemala Taruna Bhayangkara, Gunung Sindur, kolaborasi dalam membuat karya sastra berupa dua buku bertema opini dan ontologi puisi.

Kepala Sekolah SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Hendri Adi mengatakan, karya tulis yang dituangkan dalam buku itu hasil dari puluhan pelajar SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Buku Echoes of Heritage dan Suata dari Masa Depan itu ditulis oleh 42 siswa kami kelas sepuluh tahun lalu, kemudian dikurasi atau diedit dengan profesional,” ujar Hendri kepada Wartawan, Minggu (27/09/2026).

Ia menambahkan, bahwa terbitnya buku tersebut bentuk dukungan pihaknya terhadap budaya literasi terhadap para generasi penerus bangsa.

“Budaya literasi ini jadi salah satu program unggulan sekolah. Buku tersebut bukan hanya akan ada di perpustakaan kami atau dipasarkan di toko buku, tetapi juga bahan pembelajaran untuk adik kelas mereka,” kata Hendri.

Di tempat yang sama, siswi SMA Kemala Taruna Nusantara yang juga penulis buku Suara dari Masa Depan Naysa Husniya mengungkapkan, bahwa buku tersebut buah dari rasa dirinya dengan rekan-rekan satu angkatan sejak di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Buku ini berasal dari suara-suara dan kehidupan kami yang dituangkan menjadi sebuah cerita serta pesan bermakna mendalam tentang isu-isu terkini seperti kesehatan mental atau hal lainnya terutama kami dapat dari tekanan dalam asrama,” ungkap Naysa.

Siswi kelas XI SMA Kemala Taruna Bhayangkara itu menerangkan, buku yang telah dipasarkan tersebut jadi kebanggaan dirinya sebagai pelajar SMA Kemala Taruna Bhayangkara.

“Saya senang sekali karena bisa menyampaikan pesan dalam hati yang dituangkan dalam buku tersebut. Saya menuliskan karya saya bersama teman-teman yang lain dalam keadaan tanpa ada tekanan,” terang Neysa.

Sementara itu, Direktur Kebhayangkaraan Irjen Pol M Sugiarto menjelaskan, peluncuran dua buku tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian satu proyek saja.

“Para siswa didorong untuk terus menghasilkan karya dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai langkah awal untuk berkarya lebih jauh. Setelah kami mencoba dan berhasil, Insyaallah akan memancing karya-karya yang lain. Jadi, terus berkarya. Negara ini membutuhkan karya-karya, bukan sekadar orang yang pintar. Karya yang bisa dirasakan orang lain,” jelas Sugiarto.
‎
‎Lebih lanjut ia memaparkan, pihak sekolah juga menyampaikan pesan kepada para siswa selalu produktif untuk menuangkan pengalaman dan cerita yang diolah menjadi karya tulis.

‎“Teruslah berkarya karena setiap dari kalian punya cerita, punya narasi yang menunggu untuk dituliskan. Semua orang layak menulis sesuatu tentang apa yang mereka lihat dan rasakan,” tutupnya. (Ando)

Caption;

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *