Kenali Gejala Sinusitis dan Cara Penanganannya

  • Whatsapp
dr Guntur Bayu Bima Pratama sedang menerangkang gejala sinusitis.

jurnalbogor.com – Pilek yang berlangsung berminggu-minggu disertai dengan ingus kental berwarna kehijauan atau terkadang bening bisa jadi adalah sinusitis.

Kondisi tersebut sering kali disepelekan banyam orang. Padahal bila tak ditangani sinusitis akan mengganggu aktivtas harian.

Read More

Dokter spesialis THT asal Eka Hospital Depok, dr. Guntur Bayu Bima Pratama, menjelaskan bahwa
Sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada dinding rongga sinus, yaitu rongga kecil berisi udara yang terletak di sekitar hidung, mata, dan dahi.

Kondisi ini bisa menyebabkan hidung tersumbat, nyeri wajah, hingga sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut dia, sinusitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya infeksi virus atau bakteri, yang biasanya setelah flu atau pilek. Kemudian alergi seperti alergi debu, serbuk sari, atau bulu hewan.

“Penyumbatan hidung karena polip hidung atau deviasi septum, dan lingkungan udara kering, polusi, atau paparan asap rokok,” kata dia.

Dokter Bima memaparkan bahwa sinusitis dibagi berdasarkan lama gejalanya. Pertama, sinusitis akut berlangsung singkat, biasanya dua hingga empat minggu, sering kali setelah flu atau infeksi saluran pernapasan atas.

“Sinusitis subakut berlangsung empat hingga 12 minggu. Sinusitis kronis dengangejala bertahan lebih dari 12 minggu, bisa kambuh berulang kali,” ucapnya.

Kemudkan, sinusitis rekuren terjadi beberapa kali dalam setahun,” kata Bima.

Karena itu, setiap orang wajib mengenali gejala sinusitis. Beberapa gejala yang sering dialami penderita sinusitis, antara lain hidung tersumbat atau berair terus-menerus. Nyeri atau tekanan di sekitar wajah, dahi, dan mata.

“Kemudian akit kepala, lendir berwarna kuning atau hijau. Indra penciuman menurun, dan demam dan rasa lelah (pada beberapa kasus),” paparnya.

Penyebab sinusitis, sambungnya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan atau memicu sinusitis antara lain infeksi virus (paling sering) atau bakteri, alergi (rinitis alergi), polip hidung atau kelainan struktur hidung (seperti deviasi septum), iritasi akibat polusi atau asap rokok, dan sistem imun yang lemah,” kata dia.

Kendati demikian, ada cara mengatasi sinusitis, dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya. Berikut langkah umum yang bisa dilakukan.

Pertama, itirahat cukup dan perbanyak minum air putih. Kedua, kompres hangat pada area wajah untuk mengurangi nyeri. Ketiga enghirup uap hangat agar hidung terasa lega.

“Bisa juga dengan obat-obatan seperti dekongestan, antihistamin, atau antibiotik (sesuai resep dokter),” ucapnya.

Sementara untuk tindakan medis seperti operasi, jika sinusitis disebabkan oleh polip atau kelainan struktur hidung,” jelasnya.

Penderita sinusitis bisa mengunjungi dokter apabila gejala sinusitis berlangsung lebih dari 10 hari. Kemudian, mengalami nyeri wajah sangat mengganggu disertai demam tinggi, dan sering kambuh berulan​g.

“Sinusitis adalah kondisi yang umum, tapi jangan dianggap sepele. Penanganan yang tepat bisa mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Jika gejala sinusitis tidak membaik dalam beberapa hari, segera konsultasi ke dokter THT untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang sesuai,” tandasnya.

(FDY)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *