jurnalbogor.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor terus berinovasi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana olahraga melalui pengembangan Sistem Informasi Sarana Prasarana Olahraga (Sipora).
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bogor, Sultodi Mahbub, mengatakan bahwa Sipora dikembangkan untuk mempermudah masyarakat maupun organisasi olahraga dalam mendapatkan informasi sekaligus melakukan penyewaan fasilitas olahraga yang dikelola pemerintah daerah.
“Terbangunnya sistem informasi ini membuat jadwal penggunaan sarana dan prasarana bisa diketahui oleh pengurus cabang olahraga (pengcab) maupun masyarakat umum. Jadi tidak perlu lagi datang atau menanyakan langsung ke Dispora,” kata Sultodi kepada wartawan, Jumat (21/7/2026).
Melalui Sipora, masyarakat nantinya dapat melihat ketersediaan fasilitas, jadwal penggunaan, hingga melakukan pendaftaran penyewaan secara daring. Sistem tersebut juga mencakup penggunaan sarana untuk berbagai kegiatan, mulai dari latihan hingga pertandingan cabang olahraga.
Kemudahan juga diberikan dalam proses pembayaran. Sultodi menyebut pembayaran sewa dapat dilakukan langsung melalui QRIS yang tersedia di dalam sistem. Dana yang dibayarkan akan langsung masuk ke kas daerah.
“Termasuk invoice untuk klien. Setelah pembayaran dilakukan, invoice akan dikirimkan melalui email,” ujarnya.
Selain informasi jadwal dan penyewaan, Sipora juga menyediakan informasi mengenai lokasi serta fasilitas yang tersedia di sejumlah kawasan olahraga, seperti GOR Pajajaran, GOM Utara, dan GOM Selatan.
Menurut Sultodi, pemetaan fasilitas tersebut penting karena selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara lengkap fasilitas olahraga yang tersedia di dalam masing-masing gedung olahraga.
Saat ini, sambung dia, terdapat 32 fasilitas sarana dan prasarana olahraga serta 20 gedung yang dikelola oleh Dispora Kota Bogor.
Ke depan, pengembangan Sipora tidak hanya diarahkan untuk layanan penyewaan sarana olahraga. Sistem tersebut juga ditargetkan dapat terintegrasi dengan tata kelola pembinaan atlet sehingga data yang berkaitan dengan pembinaan olahraga dapat dikelola dalam satu sistem.
Sultodi menambahkan, Dispora telah melakukan sosialisasi dan meminta masukan dari sejumlah organisasi olahraga, di antaranya KONI, NPCI, KORMI, BAPOPSI, serta para pengcab yang selama ini aktif menggunakan fasilitas milik Dispora.
“Masukan dari pengguna sarana ini penting untuk penyempurnaan dan pengembangan Sipora,” jelasnya.
Di sisi lain, kata dia, sejumlah sarana dan prasarana olahraga yang dikelola Dispora Kota Bogor saat ini juga masih dalam proses revitalisasi. Pengembangan sistem informasi tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas fasilitas olahraga, sehingga pelayanan kepada masyarakat dan insan olahraga semakin optimal.
(FDY)






