jurnalbogor.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 14 Juli 2026 mencapai Rp655.781.872.026 atau 51,56 persen dari target tahun ini sebesar Rp1.298.332.608.000. Capaian tersebut membuat Bapenda optimistis target PAD tahun 2026 dapat terlampaui hingga akhir tahun.
Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengatakan realisasi tersebut menunjukkan tren positif meski kondisi perekonomian masih menghadapi berbagai tantangan.
“Alhamdulillah, hingga 14 Juli 2026 realisasi PAD Kota Bogor sudah mencapai 51,56 persen. Kami optimistis capaian ini akan terus meningkat dan bahkan bisa melampaui target yang telah ditetapkan pada akhir tahun,” ujar Abdul Wahid, Selasa (14/7/2026).
Dari sejumlah sektor pajak daerah, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp168.669.576.946 atau 78,89 persen dari target.
Posisi berikutnya ditempati pajak restoran yang telah menyumbang Rp146.365.859.294 atau 65,40 persen, disusul pajak penerangan jalan sebesar Rp62.138.676.087 atau 65,07 persen.
Sementara itu, pajak hotel telah terealisasi sebesar Rp56.495.674.738 atau 56,72 persen. Pajak hiburan mencapai Rp17.759.924.766 atau 58,13 persen, sedangkan pajak parkir tercatat Rp5.118.383.734 atau 57,83 persen.
Untuk pajak reklame, realisasinya mencapai Rp4.795.178.953 atau 57,22 persen. Pajak air tanah menjadi sektor dengan persentase capaian tertinggi, yakni 90,09 persen atau senilai Rp1.342.272.204.
Di sisi lain, penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru mencapai Rp93.121.936.817 atau 24,02 persen. Sementara realisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat Rp68.492.026.100 atau 45,65 persen, sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp34.654.384.000 atau 44,85 persen.
Abdul Wahid menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap disiplin menunaikan kewajiban perpajakan meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.
“Di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit, masyarakat ternyata tetap peduli memenuhi kewajiban membayar pajak. Kami mengucapkan terima kasih karena pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali untuk membangun daerah dan meningkatkan pelayanan kepada warga Kota Bogor,” katanya.
Ia menambahkan, Bapenda akan terus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak agar realisasi PAD terus meningkat hingga akhir tahun 2026.
(FDY)






