Lanjutkan Aksi, Rumah AHY Bakal Didatangi Warga

  • Whatsapp
Warga demo di kantor Desa Gunungputri

Lampiaskan Kekesalan Sengketa Persil 84, Warga Gunung Putri Bungkus Kantor Desa Dengan Kain Putih Tanda Matinya Keadilan

jurnalbogor.com – Warga Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor yang menempati lahan Persil 84 akhirnya habis kesabarannya untuk menunggu kepastian hukum dari pemerintah setempat. Kekesalan tersebut dilampiaskan oleh warga dengan menyegel Kantor Desa Gunungputri pada akhir pekan kemarin dengan kain putih sepanjang 200 meter sebagai bentuk protes matinya keadilan bagi rakyat kecil.

Salah satu warga yang pernah mendapatkan hukuman akibat kekejaman kekuasaan, Mulyati (40) mengatakan, dirinya pernah dipenjarakan oleh PT. Gunungputri Sepakat akibat menambang di lahan yang diklaim milik perusahaan tersbut, padahal jelas itu adalah lahan milik keturunan keluarganya. Namun karena tidak ada kepastian hukum, akhirnya setelah mencicipi hotel prodeo selama 4 bulan dirinya dibebaskan.

Read More

“ 6 orang keluarga saya dipenjarakan oleh perusahaan tersebut, hingga pada akhirnya Persil 84 kini diblokir karena kasus sengketa yang tak jua diselelesaikan oleh pemerintah. Persoalan ini bukan tidak selesai tapi seolah sengaja untuk tidak diselesaaikan,” geramnya.

Lebih lanjut Mulyati mengatakan, sebagai kordinator aksi dirinya akan membawa warga Gunungputri yang memiliki lahan di Persil 84 untuk berjalan menuju kediaman Presiden ke-5 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimana, saat ini anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah menjabat sebagai menteri ATR/BPN.

“ Jika Pemda sudah tidak mampu untuk menyelesaikan, maka kami akan lakukan aksi jalan kaki menuju kediaman AHY untuk menyuarakan aspirasi kami,” tandasnya.

“ Sekali lagi saya minta tolong kepada menteri ATR/BPN Bapak AHY tolong dengarkan celoteh dan curahan hati kami pak, kembalikan hak kami yang dirampas oleh perusahaan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Desa Gunungputri, Damanhuri yang saat datang mendapati kantor desanya di bungkus kain putih oleh warga sulit untuk berkata-kata, dirinya hanya berupaya menenangkan warga yang sudah mulai lelah menanti penyelesaian sengketa lahan yang sudah berjalan selama 40 tahun ini.

“ Saya sudah berupaya maksimal, bahkan sampai lahirnya Surat Keputusan dari Bupati Bogor Iwan Setiawan. Namun surat tinggalah surat, tapi persoalan dilahan tersebut tidak dieksekusi sama sekali, info dari pemerintah yang ingin dilakukan kajian nyatanya tidak melakukan kajian apapun sampai lengsernya masa jabatan bupati tersebut,” kata Damanhuri berupaya menenangkan warganya.

“ Jadi saya minta kepada warga harap tenangn, kita akan sama-sama untuk mencarikan solusi terbaik terkait persoalan sengketa lahan Persil 84 tersebut. Silahkan sampaikan aspirasi, tapi lakukan dengan damai dan tanpa adanya gesekan apalagi kekerasan,” tandasnya.

“ Saya janji, jika sampai habis lebaran nanti tidak ada respon, saya janji akan bawa warga semua ke kementerian untuk menyuarakan apa yang dirasakan,” ucap Damanhuri pada orasinya untuk menenangkan warga.

(NN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *