Ketua KONI Terpaksa Mundur, KONI Jabar Siapkan Caretaker

  • Whatsapp
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar.

jurnalbogor.com – Mosi tidak percaya sebagian besar pengurus cabang olahraga (cabor) terhadap KONI Kabupaten Bogor membuat Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor Dedi Ade Bachtiar terpaksa memilih mundur. Hal ini diketahui setelah KONI Jawa Barat (Jabar) melakukan klarifikasi mosi tidak percaya dari cabor di Lorin Sentul, Babakan Madang, Selasa (14/4/2026).

Wakil Ketua I KONI Jawa Barat, Andrian Tejakusuma mengaku baru menerima informasi terkait pengunduran diri tersebut pada 13 April 2026. Ia menyebut, surat pengunduran diri telah diterima oleh Ketua Umum KONI Jawa Barat sehari sebelumnya.

Read More

Wakil Ketua I KONI Jawa Barat, Andrian Tejakusuma.

“Saya baru mendengar hari ini, karena ternyata Pak Ketua Umum KONI Jabar sudah menerima surat pengunduran diri kemarin sore,” ujarnya.

Menurut Andrian, situasi ini harus segera ditangani dengan langkah cepat, mengingat peran strategis KONI Kabupaten Bogor sebagai tulang punggung pembinaan atlet di daerah.

“Kami sangat menyayangkan situasi ini. Permasalahan organisasi harus segera diselesaikan agar tidak mengganggu pembinaan prestasi atlet,” tegasnya.

Ditengah dinamika internal tersebut, persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 tetap berjalan. KONI Jabar menargetkan seluruh data atlet telah tervalidasi pada 30 April dan resmi teregistrasi pada 1 Mei mendatang.

Dalam waktu dekat, KONI Jabar akan membahas pembentukan kepengurusan sementara di KONI Kabupaten Bogor, baik melalui mekanisme caretaker maupun pelaksana tugas (PLT). KONI Jabar mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan proses klarifikasi ulang terhadap mosi tidak percaya yang diajukan oleh sejumlah cabor di Kabupaten Bogor.

Menurut Andrian Tejakusuma, dari total 56 cabor yang mengajukan mosi, pihaknya melakukan verifikasi menyeluruh, mulai dari memastikan keabsahan surat, tanda tangan ketua umum, hingga legalitas masing-masing cabor sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

“Hari ini kami melakukan klarifikasi ulang, memastikan apakah benar mosi tersebut dibuat oleh cabor yang bersangkutan, ditandatangani langsung oleh ketua umum, serta memastikan keabsahan organisasinya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Andrian juga menyayangkan ketidakhadiran pihak KONI Kabupaten Bogor dalam forum klarifikasi tanpa keterangan. Ke depan, KONI Jabar akan melakukan pendekatan khusus dan berencana memanggil pihak terkait pada pekan depan guna mencari solusi atas permasalahan internal tersebut.

Hasil sementara, dari 17 cabang olahraga yang sebelumnya dinyatakan tidak sah oleh KONI Kabupaten Bogor, sebanyak 15 cabor kini telah dinyatakan sah, sementara 2 cabor lainnya masih dalam tahap klarifikasi, yakni Persatuan Golf Indonesia dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.

Ia menjelaskan, apabila dua cabor tersebut telah melengkapi surat klarifikasi, maka seluruh 17 cabor akan dinyatakan sah. (Aga)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *