jurnalbogor.com – Kabupaten Bogor dipercaya menjadi tuan rumah Invitasi Olahraga Tradisional (Ortrad) tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Jawa Barat 2026. Kegiatan yang akan diikuti seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat itu direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Oktober 2026.
Penunjukan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat dengan Dispora Kabupaten Bogor. Selain sukses menjadi juara umum pada penyelenggaraan tahun lalu, Kabupaten Bogor juga dinilai memiliki komitmen kuat dalam pembinaan olahraga tradisional.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Provinsi Jawa Barat, Aris Dwi Subiantoro, mengatakan, Invitasi Ortrad tingkat provinsi akan mempertandingkan lima cabang olahraga tradisional dan diikuti seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.
Lima cabang olahraga yang di dilombakan dalam ajang invitasi olahraga tradisional di tingkat provinsi diantaranya, egrang, terompah panjang (bakiak), hadangan, dagongan, dan sumpitan
“Hari ini kami dari Dispora Jawa Barat sedang menyiapkan koordinasi rencana Invitasi Olahraga Tradisional tingkat SD. Kami sepakat karena Kabupaten Bogor tahun lalu menjadi juara umum, sehingga tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah. Rencananya kegiatan akan dilaksanakan pada minggu ketiga Oktober 2026,” kata Aris usai rapat di Kantor Dispora Kabupaten Bogor, Rabu (29/7/2026).
Menurut Aris, seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat akan diundang untuk mengirimkan atlet terbaiknya. Sebelum tampil di tingkat provinsi, masing-masing daerah telah lebih dahulu menggelar seleksi atau invitasi olahraga tradisional di tingkat kabupaten/kota.
“Karena ini tingkat provinsi, semua kabupaten dan kota akan kami undang. Mudah-mudahan semuanya bisa hadir dan mengirimkan peserta terbaiknya,” ujarnya.
Aris menjelaskan, untuk sementara Invitasi Ortrad masih diperuntukkan bagi jenjang Sekolah Dasar. Namun, pihaknya berharap pada tahun-tahun mendatang kegiatan serupa dapat diperluas hingga jenjang SMP.
“Rencananya memang ingin dikembangkan ke tingkat SMP, tetapi belum bisa terlaksana tahun ini. Mudah-mudahan ke depan bisa diwujudkan,” katanya.
Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan Invitasi Ortrad adalah menjaga kelestarian olahraga dan permainan tradisional agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Olahraga tradisional jangan sampai hilang. Permainan-permainan yang sudah menjadi budaya, seperti kaulinan, harus terus dilestarikan. Melalui invitasi seperti ini kami ingin olahraga tradisional tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” tegasnya.
Aris juga mengapresiasi keseriusan Kabupaten Bogor dalam mengembangkan olahraga tradisional. Menurutnya, seluruh 40 kecamatan di Kabupaten Bogor telah melaksanakan Invitasi Ortrad tingkat kabupaten sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini.
“Persiapan Kabupaten Bogor sangat bagus. Seluruh 40 kecamatan sudah menggelar Invitasi Ortrad tingkat kabupaten. Ini menjadi modal yang baik untuk menyambut peserta SD dari seluruh Jawa Barat,” pungkasnya. (Aga)






