jurnalbogor.com – Krisis air bersih di Kabupaten Bogor semakin meluas, bahkan kondisi darurat ini menghantui masyarakat seperti di Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Akibat musim kemarau, sekitar 90 persen warga Desa Kalongliud kesulitan mendapatkan air bersih.
Pantauan Jurnal Bogor, dampak kemarau panjang Kali Cikaniki pun tak bisa digunakan lantaran sudah lama tercemar.
Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman mengatakan, ada total 11 RW di desanya dengan jumlah penduduk sebanyak 9.683 jiwa.
”Di musim kemarau tahun 2026 ini, 90 persen dari total warga kami mengalami kekeringan, kesulitan mendapat air bersih,” ungkapnya, Senin (7/9/2026).
Bahkan sejumlah warga Desa Kalongliud sampai harus membuat semacam kubangan di area Sungai Cikaniki untuk menyaring air sungai yang tersisa.
”Warga yang biasa menggunakan aliran air Sungai Cikaniki, mereka membuat semacam sumur di bantaran kali, agar air dapat tersaring dan bisa dimanfaatkan selama musim kemarau,” beber Jani.
Pemerintah desa setempat juga terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor dan juga pihak swasta dalam hal ini PT Antam UBPE Pongkor.
Koordinasi dilakukan untuk membantu menyalurkan bantuan air bersih ke warga terdampak kekeringan.
Selain bantuan air bersih, lanjut Jani, pihaknya juga telah mengusulkan program penyediaan air bersih jangka panjang.
”Di antaranya membangun sumur bor, dan dengan Pemkab Bogor menyediakan penampungan air dengan volume tujuh ribu liter, dan per dua tiga hari diisi oleh BPBD,” jelasnya.
”Kami sendiri setiap hari menyuplai air rata-rata seribu liter sampai ke pelosok perkampungan, karena tidak semua masuk kendaraan besar,” pungkasnya. (ekon)






