jurnalbogor.com – Upaya mencetak atlet berprestasi sejak usia dini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor. Salah satunya melalui Festival Sportkids 2026 yang diikuti ratusan atlet pelajar sekolah dasar (SD) dari 188 sekolah di Kabupaten Bogor.
Festival Sportkids 2026 tersebut digelar di lapangan luar Gelora Pakansari, Rabu (19/8/2026).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP, mengatakan Festival Sportkids 2026 menjadi momentum untuk melihat sejauh mana pemanfaatan bantuan peralatan sportkids serta pelatihan yang telah diberikan kepada guru olahraga di sejumlah sekolah.
“Melalui festival ini kita ingin melihat apakah peralatan dan pelatihan yang kita berikan digunakan dan diterapkan di sekolah,” kata Asnan AP.
Namun, Asnan menyebutkan, program bantuan peralatan sportkids dan pelatihan guru olahraga tersebut baru menjangkau sekitar 200 sekolah dari total sekitar 1.500 SD yang ada di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi salah satu sarana untuk mencari bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat memperkuat Kabupaten Bogor pada berbagai ajang olahraga, baik tingkat daerah, provinsi maupun nasional.
“Kita ingin melihat melalui festival ini siapa saja yang memiliki talenta dan potensial untuk kemudian dibina untuk memperkuat daerah maupun provinsi,” ujarnya.
Asnan berharap, dalam lima tahun ke depan, atlet-atlet Kabupaten Bogor yang tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) maupun berbagai event lainnya merupakan hasil pembinaan sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, yang turut hadir dalam festival tersebut, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Bupati Bogor dalam memperkuat pembinaan atlet usia dini.
Menurut Arif, Festival Sportkids menjadi wadah untuk menggali potensi olahraga anak-anak sejak usia dini. Terlebih, Kabupaten Bogor dinilai memiliki banyak potensi atlet yang dapat mengharumkan nama daerah.
“Tinggal bagaimana pemerintah daerah memberikan wadah untuk mengembangkan bakat mereka,” kata Arif.
Pria yang akrab disapa Kang Atep itu menekankan, pembinaan atlet usia dini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan bersama antara pemerintah, sekolah dan orang tua.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar tidak menjadikan festival tersebut sebagai beban. Menurutnya, menang dan kalah dalam sebuah kompetisi merupakan hal yang biasa.
“Terpenting, kegiatan seperti ini bisa memunculkan keinginan untuk hidup sehat,” ujarnya.
Ketua Panitia Festival Sportkids Kabupaten Bogor, Neneng Nurhasanah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pembinaan olahraga sekaligus menciptakan bibit-bibit atlet berprestasi sejak usia dini.
“Peserta festival ini merupakan sekolah yang telah mendapatkan bantuan alat sportkids dan pelatihan kepada guru pada tahun 2024 dan 2025,” terang Neneng.
Dalam Festival Sportkids 2026, terdapat sejumlah nomor yang dipertandingkan, di antaranya Formula One dan lompat galah.
“Kami berharap ke depan festival ini bisa diikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkas Neneng. (Aga)






