jurnalbogor.com – Wali Kota Dedie Rachim menempatkan empat perempuan untuk menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Diketahui, empat jabatan strategis tersebut kini diisi oleh pejabat perempuan yang sebelumnya mengikuti proses seleksi melalui manajemen talenta dan uji kompetensi.
Mereka adalah Anne Dewiana Rulianti yang dipercaya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). Tyas Ajeng Fitriani Frihandari sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Anna Ismawati sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Henny Nurliani sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan, dominasi perempuan dalam pengisian empat jabatan tersebut bukan hasil penunjukan yang disengaja. Menurutnya, nama-nama tersebut muncul berdasarkan hasil proses seleksi dan penilaian kompetensi.
“Saya tidak secara sengaja. Begitu melihat hasilnya dari manajemen talenta, ternyata yang nilainya cukup bagus itu perempuan,” kata Dedie seusai pelantikan di Ruang Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (20/8/2026).
Dedie menilai, kesempatan untuk menduduki jabatan pemerintahan harus terbuka bagi siapa pun yang memiliki kompetensi, baik laki-laki maupun perempuan.
“Buat zaman sekarang kan sudah tidak ada dikotomi atau pemisahan antara perempuan dan laki-laki. Pokoknya kalau perempuan bisa berprestasi, tentu kita berikan kesempatan,” ujarnya.
Menurut Dedie, pengisian jabatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi sekaligus memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal. Terlebih, terdapat sejumlah pejabat yang dalam waktu dekat akan memasuki masa pensiun.
Ia menyebut proses seleksi berlangsung cukup panjang dan dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Hasil rekomendasi teknis (Rekomtek) menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pejabat yang dinilai layak menduduki posisi tersebut.
“Buat saya nomor satu, saya enggak banyak intervensi. Saya cuma melihat dari hasil Rekomtek. Prosesnya cukup panjang dan yang memang memiliki nilai yang cukup untuk bisa memenuhi jabatan, tentu buat saya tidak ada keraguan untuk langsung saya pilih,” tegasnya.
Dedie mengatakan, para pejabat yang dilantik juga bukan orang baru di lingkungan Pemkot Bogor. Mereka telah memiliki pengalaman serta rekam jejak dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Karena itu, Dedie berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijawab dengan kinerja dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain menekankan soal kinerja, Dedie juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjaga integritas dan menjunjung tinggi kesederhanaan sebagai aparatur pemerintah.
“Pesan saya kepada pejabat yang baru dilantik hari ini nomor satu, jaga integritas. Tadi saya sampaikan, jadi pejabat di Kota Bogor itu harus menunjukkan kebersahajaan. Jangan pamer-pamer kemewahan dan sebagainya, sudah tidak cocok,” ungkapnya.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menunjukkan status atau kemewahan.
“Hari ini kita bekerja untuk rakyat, untuk masyarakat. Tunjukkan saja bahwa kita memang orang-orang yang diberikan kesempatan dan amanah jabatan untuk bisa bekerja sebaik-baiknya,” pungkasnya.
(FDY)






