Satgas Pelatcab Cek Kesehatan Atlet, Asnan AP Tekankan Gizi Atlet NPCI Kabupaten Bogor Harus Jadi Perhatian

  • Whatsapp
Ketua Satgas Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji, (keenam dari kanan) saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah cabang olahraga, di antaranya para badminton, Rabu (23/9/2026). foto: dok NPCI kab bogor.

jurnalbogor.com – Persiapan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026 tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan dan prestasi. Kondisi kesehatan serta pemenuhan kebutuhan gizi atlet juga menjadi perhatian serius selama menjalani pemusatan latihan (Pelatcab).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP, meminta seluruh jajaran NPCI, pelatih, manajer, serta pihak terkait untuk memastikan kondisi kesehatan atlet tetap terjaga, termasuk pemenuhan kebutuhan makanan dan asupan gizi selama menjalani latihan intensif.

Read More

Imbauan tersebut disampaikan mengingat para atlet saat ini terus menjalani program latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Peparda 2026.

“Kepada Ketua NPCI, Ketua Pelatcab, Bapak/Ibu manajer, mohon diperhatikan kesehatan atletnya masing-masing. Perhatikan juga makanannya, apakah sudah memenuhi kebutuhan gizi atau belum. Karena atlet sekarang terus digenjot untuk latihan, tetapi jangan sampai asupan makanannya tidak diperhatikan, terutama gizinya,” tegas Asnan AP.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Ketua Satgas Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah cabang olahraga, di antaranya para renang, para badminton, dan para panahan.

Monev tidak hanya dilakukan untuk memantau perkembangan program latihan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan para atlet. Satgas Pelatcab turut menurunkan tim medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung.

Iji Hataji mengatakan, kesehatan atlet merupakan bagian penting dalam proses persiapan menuju Peparda 2026. Intensitas latihan yang tinggi harus diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan gizi, waktu pemulihan yang cukup, serta pemantauan kondisi fisik secara berkala.

“Monitoring ini penting untuk memastikan kondisi atlet tetap terjaga selama menjalani program latihan. Kami ingin kemampuan bertanding meningkat, tetapi kesehatan dan kebugaran atlet juga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Melalui monitoring dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, kondisi masing-masing atlet diharapkan dapat terpantau dengan baik. Dengan demikian, program latihan dapat berjalan secara optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan kebugaran.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk keseriusan NPCI Kabupaten Bogor dalam mempersiapkan atlet menghadapi Peparda 2026 secara menyeluruh, baik dari sisi kemampuan bertanding maupun kesiapan fisik dan kesehatan hingga pelaksanaan pertandingan. (Aga*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *