jurnalbogor.com – Bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor periode 2025–2030 mengerucut menjadi calon tunggal. Hingga batas akhir pengembalian formulir pendaftaran pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB, hanya Rusli Prihatevy yang mengembalikan formulir, sementara Erlangga Pramada yang sempat mengambil formulir pendaftaran tidak mengembalikannya.
Dengan demikian, Rusli dipastikan menjadi satu-satunya calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI.
Ketua Penyelenggara Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor, Eka Wardana, mengatakan seluruh tahapan yang menjadi tanggung jawab panitia telah berjalan sesuai jadwal. Mulai dari proses pendaftaran hingga pengembalian formulir bakal calon ketua telah rampung dan ditutup tepat pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB.
“Alhamdulillah tahapan yang menjadi tugas penyelenggara sudah kami laksanakan, mulai dari proses pendaftaran hingga pengembalian formulir. Selanjutnya kami tinggal melaksanakan Musyawarah Daerah yang insyaallah akan digelar besok,” ujar Eka.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan keluarga besar Partai Golkar Kota Bogor yang telah memberikan dukungan sehingga seluruh rangkaian persiapan Musda dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan dukungan dari keluarga besar Partai Golkar. Kami juga memohon doa agar pelaksanaan Musda besok berjalan lancar sesuai harapan,” katanya.
Eka mengungkapkan, hingga penutupan masa pengembalian formulir hanya satu bakal calon yang mengembalikan berkas pendaftaran, yakni Rusli Prihatevy. Hasil proses pendaftaran dan penjaringan tersebut akan dilaporkan secara resmi dalam forum Musda XI DPD Partai Golkar Kota Bogor sebagai bagian dari tahapan penetapan calon ketua.
Sementara itu, bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor sekaligus petahana, Rusli Prihatevy, mengapresiasi seluruh tahapan Musda XI yang dinilainya berjalan sesuai aturan organisasi dan mekanisme partai.
Rusli mengatakan, proses penjaringan bakal calon yang dilaksanakan panitia telah mengacu pada Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar serta arahan DPD Partai Golkar Jawa Barat dalam rangka menentukan kepemimpinan lima tahunan.
“Alhamdulillah seluruh proses tahapan yang dilaksanakan panitia, baik Steering Committee (SC) maupun Organizing Committee (OC), berjalan dengan sangat baik sesuai aturan organisasi dan mekanisme yang berlaku. Hari ini seluruh tahapan pengembalian formulir telah selesai dan ditutup pukul 20.00 WIB sesuai hasil rapat pleno panitia,” ujar Rusli.
Ia mengungkapkan, saat mengembalikan formulir pencalonan dirinya didampingi para pendukung yang berasal dari enam Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar, para ketua dan sekretaris PK, serta unsur organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar.
Menurutnya, kehadiran organisasi seperti Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR/MPG), Himpunan Wanita Karya (HWK), Al Hidayah, Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), Satkar Ulama, hingga sejumlah organisasi sayap lainnya menjadi bukti soliditas keluarga besar Partai Golkar Kota Bogor.
“Tujuan kami hanya satu, yakni menjaga keutuhan, kebesaran, dan kebersamaan Partai Golkar agar tetap solid dalam menghadapi proses Musda,” katanya.
Rusli menambahkan, sebelum pelaksanaan Musda, DPD Partai Golkar Kota Bogor akan menggelar Silaturahmi Akbar pada Jumat (31/7/2026) pukul 08.30 WIB di Hotel Braja Mustika yang dijadwalkan dihadiri sekitar 1.200 kader dan keluarga besar Partai Golkar. Sementara itu, pembukaan Musda XI akan dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB di lokasi yang sama.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kota Bogor agar seluruh rangkaian Musda berjalan lancar. Semoga ikhtiar ini dapat memberikan manfaat bagi Partai Golkar dan masyarakat Kota Bogor,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bogor, Erlangga Pramada, menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas partai meski tidak mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor.
Erlangga mengatakan, dirinya bersama jajaran AMPG dan para pendukung tetap hadir mengawal seluruh tahapan Musda sebagai bentuk dukungan terhadap proses demokrasi internal Partai Golkar.
“Hari ini kami bersama-sama menjaga kondusivitas tahapan Musda. Kami datang bersama teman-teman, para pendukung, dan keluarga besar AMPG dengan semangat yang sama, yaitu berjuang dan bergandengan tangan demi Partai Golkar Kota Bogor,” ujarnya.
Menurut Erlangga, perbedaan pilihan dalam proses penjaringan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, setelah seluruh tahapan selesai, seluruh kader harus kembali bersatu untuk memperkuat Partai Golkar dan menghadapi agenda politik ke depan.
“Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kebersamaan. Siapa pun yang nantinya memimpin, tujuan kita tetap sama, yaitu membesarkan Partai Golkar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya.
(FDY)






