Pengaruh Pentingnya Komunikasi Digital Pada Potensi Desa Wisata

  • Whatsapp
ilustrasi

jurnalbogor.com – Dalam perkembangan era teknologi digital saat ini, komunikasi tentu tidak lagi terbatas hanya pada pertukaran informasi melalui metode konvensional saja. Hal tersebut merupakan pengaruh dari transformasi digital yang banyak mengubah cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, hingga berbagai aspek kehidupan lainnya termasuk industri pariwisata.

Desa wisata merupakan konsep pengembangan pariwisata yang menekankan kearifan lokal, pelestarian budaya, dan pembangunan berkelanjutan dengan lingkup wilayah pedesaan. Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Desa Wisata diartikan sebagai suatu daerah tujuan wisata atau biasa disebut destinasi pariwisata yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas yang disajikan dalam struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

Read More

Dalam mengembangkannya, tentu dengan komunikasi digital memegang peran yang sangat penting. Hadirnya komunikasi digital ini dapat memungkinkan desa wisata memperluas jangkauan promosinya secara global, meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan desa wisata tersebut, dan memperkuat citra merek desa sebagai destinasi wisata yang menarik.

Peran Pentingnya Komunikasi Digital dalam Mempromosikan
Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) 2022, hingga saat ini terhitung Indonesia memiliki total 4.039 Desa Wisata yang terdiri dari 2.780 desa rintisan, 965 desa berkembang, 281 desa maju, dan 13 desa mandiri. Dengan adanya pengembangan desa wisata inilah diharapkan dapat menjadi tonggak awal membangun desa wisata yang lebih maju di masa yang akan datang.

Stevens, T. (2019) dalam jurnalnya yang berjudul “Digital Communication Strategies for Rural Tourism Development” menyoroti peran penting media sosial dalam mempromosikan desa wisata. Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter dapat menjadi alat yang efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran tentang destinasi pariwisata.

Selain itu, Taylor, E. (2020) dalam bukunya “Digital Marketing for Rural Tourism” menawarkan strategi praktis untuk menggunakan media sosial dan teknik pemasaran digital lainnya untuk mempromosikan desa wisata secara efektif kepada wisatawan potensial.

Hal tersebut bisa dikatakan fakta, sebab berhasil dilakukan dalam penelitian “Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor” dimana dengan proses yang dilakukan antara lain: Pelatihan penggunaan media sosial, branding, dan advertising usaha desa wisata, pengembangan sarana dan prasarana, penguatan pokdarwis dan Pelatihan atau sertifikasi pemandu wisata. Keberhasilan tersebut diukur dengan output yang diharapkannya yakni meningkatkan penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Youtube serta kemampuan komunikasi pemasaran berupa kemampuan periklanan, promosi, publisitas, dan pemasarannya langsung,

Contoh Strategi Komunikasi Digital

  1. Memanfaatkan media sosial secara aktif

Desa Wisata dapat membuat dan mengelola akun media sosial seperti: Instagram, Facebook, Twitter, dan berbagai media sosial lain yang umum digunakan.

  1. Membuat Konten yang menarik dan berkualitas

Dengan memproduksi konten yang menarik seperti: foto berkualitas tinggi, video drone, hingga cerita kehidupan sehari-hari di desa tersebut tentu jika dilakukan secara konsisten dan mengemasnya menjadi konten menarik bisa menjadi strategi efektif.

  1. Interaktif dengan followers

Penting sekali dengan tidak hanya memposting konten namun harus aktif juga berinteraksi, seperti: merespon komentar, pertanyaan, dan pesan dengan ramah dan informatif. Hal tersebut tentu akan membantu hubungan yang baik dan meningkatkan keterlibatan langsung dengan calon konsumen.

  1. Kolaborasi dengan influencer & blogger

Kerja sama dengan influencer dan blogger terkenal dalam industri pariwisata dapat membantu desa wisata mencapai audiens yang lebih besar. Influencer dan blogger ini dapat membuat konten tentang desa wisata, membagikannya dengan pengikut mereka, dan memberikan rekomendasi yang berharga kepada audiens mereka.

  1. Mengoptimalkan SEO pada situs web
    Termasuk dengan penggunaan kata kunci yang relevan, memperbarui factor teknis seperti: kecepatan situs dan pengalaman pengguna.
  2. Berpartisipasi dalam platform reservasi dan review wisata

Desa wisata dapat meningkatkan visibilitas dengan mendaftar di platform reservasi dan review wisata populer seperti Traveloka, Airbnb,TripAdvisor, dan Booking.com. Ini dilakukan untuk memudahkan wisatawan menemukan dan mengakses informasi tentang desa wisata, serta memberikan ulasan dan penilaian yang dapat meningkatkan reputasi mereka secara online.

Strategi komunikasi digital yang efektif juga melibatkan kolaborasi antara desa wisata dengan berbagai pihak terkait, seperti instansi pemerintah, pelaku bisnis lokal, dan komunitas masyarakat setempat. Melalui kolaborasi ini, tentu desa wisata dapat mengembangkan berbagai program promosi yang lebih luas dan lebih efektif. Misalnya, desa wisata dapat mengadakan festival budaya atau event khusus yang kemudian dipromosikan secara online kepada masyarakat luas.

Kesimpulan

Komunikasi digital dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam mengembangkan dan mempromosikan desa wisata. Dengan memanfaatkan media sosial, situs web, dan berbagai platform digital lainnya, desa wisata tentu dapat meningkatkan visibilitas mereka. Selain itu, bisa menarik lebih banyak pengunjung dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi pariwisata lokal dan kesejahteraan masyarakat desa. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, pelaku industri pariwisata, dan masyarakat lokal untuk terus mengembangkan dan meningkatkan strategi komunikasi digital guna mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan desa wisata di masa mendatang dengan menerapkan strategi yang tepat dan mengatasi tantangan yang ada. Untuk itu, mari bersama-sama menjadikan desa wisata sebagai destinasi yang ramah, berkelanjutan, dan menginspirasi bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Penulis: Rahmalia Ramdlini
(Mahasiswi Prodi Komunikasi Digital dan Media, SV IPB University)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *