”Modal Saja Tak Cukup”, Dosen IPB University Tekankan Pentingnya Laporan Keuangan bagi UMKM Pangan Lokal

  • Whatsapp
Program Dosen Pulang Kampung diinisiasi Dr. Yusalina, M.Si. (ketua), bersama empat anggota tim, yaitu Prof. Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si.; Dr. Ir. Netti Tinaprilla, M.M.; Eva Yolinda Aviny, S.P., M.M.; dan Tursina Andita Putri, S.E., M.Si. Foto: IST

jurnalbogor.com – Akses pembiayaan menjadi salah satu materi penting dalam kegiatan Capacity Building in Financial Literacy bagi pelaku UMKM berbasis pangan lokal di Kecamatan Banjarsari, Ciamis.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Dosen Pulang Kampung yang diinisiasi IPB University ini dilaksanakan oleh Dr. Yusalina, M.Si. (ketua), bersama empat anggota tim, yaitu Prof. Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si.; Dr. Ir. Netti Tinaprilla, M.M.; Eva Yolinda Aviny, S.P., M.M.; dan Tursina Andita Putri, S.E., M.Si. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan kesiapan mengakses pembiayaan.

Kegiatan yang digelar pada 9 Oktober 2026 di Aula Kantor Kecamatan Banjarsari tersebut mengangkat persoalan yang dekat dengan pelaku UMKM, yaitu cara mengelola keuangan usaha serta menyiapkan dokumen dan informasi yang dibutuhkan ketika memerlukan tambahan modal.

Read More

Ketua kegiatan, Dr. Yusalina, M.Si., menjelaskan bahwa akses pembiayaan tidak cukup hanya didasarkan pada kebutuhan modal. Pelaku usaha juga perlu memahami kondisi keuangan usahanya.

“Ketika UMKM memiliki pencatatan keuangan yang baik, mereka akan lebih mudah mengetahui kebutuhan modal, menyusun rencana usaha, dan menjelaskan kondisi usahanya ketika mengajukan pembiayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pembiayaan sebaiknya digunakan sesuai dengan kebutuhan usaha dan kemampuan untuk mengembalikannya, bukan semata-mata karena tersedia tawaran pinjaman.

Camat Banjarsari, Mujiono, S.T., M.Si., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan kapasitas UMKM dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kemandirian usaha.

“UMKM di wilayah kami memiliki banyak potensi, termasuk produk pangan lokal. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan pembiayaan diharapkan dapat membantu usaha masyarakat berkembang secara lebih terarah,” ujarnya.

Bagi Destri Wulandari, materi mengenai pembiayaan memberikan sudut pandang baru. Sebelumnya, kebutuhan modal lebih sering dipandang sebagai persoalan mencari pinjaman.

“Sekarang saya memahami bahwa sebelum mencari tambahan modal, kami harus tahu dulu berapa kebutuhan usaha dan kemampuan usaha untuk mengembalikannya,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep literasi keuangan, tetapi juga diajak memahami hubungan antara pencatatan keuangan, perencanaan usaha, dan akses pembiayaan sebagai satu kesatuan dalam pengembangan UMKM.

***
(yev/cc)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *