ITB VINUS Bangun Kampus Baru di Cibinong, Target Rampung Agustus 2027

  • Whatsapp
Sejumlah pejabat daerah menghadiri peletakan batu pertama Gedung Rektorat ITB Vinus Bogor di Karadenan Cibinong. Kamis (24/9/2026). foto: ist

jurnalbogor.com – Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB VINUS) memperluas akses pendidikan tinggi di Kabupaten Bogor dengan membangun kampus baru di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong.

Pembangunan kampus tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis (24/9/2026). Gedung baru ITB VINUS itu berdiri di atas lahan seluas dua hektare, dengan tahap awal pembangunan mencakup area sekitar 5.000 meter persegi.

Read More

Founder ITB VINUS, Yusfitriadi mengatakan, pembangunan tahap awal difokuskan pada gedung rektorat beserta sejumlah fasilitas pendukung kampus.

“Jadi hari ini ada dua acara. Acara pertama adalah peletakan batu pertama gedung rektorat di atas tanah dua hektare ini. Yang akan dibangun baru 5.000 meter,” kata Yusfitriadi kepada wartawan.

Ia menargetkan pembangunan gedung kampus baru tersebut dapat rampung dalam waktu sekitar delapan bulan atau pada Agustus 2027.

Menurut Yusfitriadi, kampus baru itu nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang aktivitas akademik dan kegiatan mahasiswa.

“Kalau fasilitas di sini, ini semua taman. Kemudian ada kantin-kantin, tempat nongkrong. Di sana itu pojok masjid, turun ke bawah ada ballroom, kemudian ada kelas dan rektorat,” ujarnya.

Selain membangun kampus baru di Cibinong, ITB VINUS saat ini telah memiliki empat kampus yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Kampus induk berada di Cibinong untuk mengakomodasi masyarakat di wilayah tengah dan utara Kabupaten Bogor. Kemudian terdapat kampus di Cileungsi yang menyasar masyarakat wilayah timur, seperti Jonggol dan Sukamakmur.

ITB VINUS juga memiliki kampus di Cijeruk untuk menjangkau masyarakat wilayah Cigombong dan Tamansari, serta kampus di Cibungbulang untuk melayani masyarakat Parung Panjang dan wilayah sekitarnya.

Yusfitriadi menjelaskan, penyebaran kampus tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang memiliki wilayah cukup luas.

Menurutnya, persoalan akses pendidikan tinggi tidak selalu berkaitan dengan rendahnya minat masyarakat untuk melanjutkan kuliah. Jarak, biaya transportasi hingga kondisi ekonomi juga dapat menjadi kendala.

“Jadi yang pertama, kita tidak mau jadi kampus yang menunggu masyarakat supaya datang mendaftar kuliah. Kita justru blusukan ke masyarakat. Kalau kampusnya jauh, kita buatkan di tempat regional,” jelasnya.

Untuk membantu mengatasi kendala ekonomi, ITB VINUS juga memperkuat program beasiswa. Salah satunya melalui program pemerintah daerah Satu Desa Satu Sarjana yang didukung bantuan keuangan desa.

Pada kesempatan tersebut, sekitar 1.200 mahasiswa baru ITB VINUS juga mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa. Mereka berasal dari sejumlah program studi yang tersedia, di antaranya S1 Sistem Informasi, S1 Bisnis Digital dan S1 Entrepreneurship.

Yusfitriadi menambahkan, mahasiswa yang mengikuti program Satu Desa Satu Sarjana rata-rata berjumlah tiga orang dari setiap desa. Namun, tidak seluruh desa menempatkan mahasiswa di ITB VINUS karena sebagian memilih perguruan tinggi lainnya.

Selain mendorong akses pendidikan, ITB VINUS juga mengarahkan mahasiswa agar mulai mempersiapkan usaha sejak masa perkuliahan dan tidak hanya berorientasi pada kelulusan.

“Semester empat kita sudah mapping, mereka punya usaha-usaha. Sehingga mereka menyusun skripsinya, apa usaha mereka. Nah, usaha mereka itu yang akan mereka wujudkan setelah mereka lulus,” pungkasnya. (Aga*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *