Tour Malasari Jadi Magnet Sport Tourism, Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kabupaten Bogor

  • Whatsapp
Tour Malasari Halimun Salak (TMHS) Tahun 2025 lalu. foto: Dok Jurnalbogor

jurnalbogor.com – Tour Malasari Halimun Salak (TMHS) Series 2 Tahun 2026 kembali menjadi magnet bagi para pecinta balap sepeda di Indonesia. Sebanyak ratusan rider dari 18 provinsi dipastikan ambil bagian dalam ajang yang menjadi bagian dari Bupati Bogor Cup 2026 tersebut.

TMHS Series 2 akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, dengan kategori Individual Road Race (IRR) menempuh jarak 75 kilometer. Start dilakukan dari Jalan Lingkar Gelora Pakansari, Cibinong, dan finis di Lapangan Citalahab, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Read More

Tak hanya menghadirkan persaingan olahraga, event ini juga menjadi salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengembangkan sektor sport tourism yang mampu menggerakkan pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor (DisparEkraf) Ria Marlisa, mengatakan penyelenggaraan Bupati Bogor Cup 2026 sejalan dengan program Sport Tourism yang terus dikembangkan di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki keunggulan berupa bentang alam yang indah, udara sejuk, serta jalur bersepeda yang menantang. Kombinasi tersebut menjadikan kawasan Malasari dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sebagai destinasi favorit bagi komunitas sepeda dari berbagai daerah.

“Kami sangat bangga karena tahun ini terjadi peningkatan yang sangat signifikan terhadap jumlah peserta yang mengikuti Bupati Bogor Cup TMHS Series 2,” ujar Ria kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Ia menilai meningkatnya jumlah peserta akan memberikan dampak langsung terhadap sektor ekonomi masyarakat. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, keluarga peserta, hingga wisatawan diperkirakan akan meningkatkan okupansi penginapan, kunjungan ke objek wisata, serta mendorong perputaran usaha kuliner, UMKM, transportasi lokal, hingga penjualan produk ekonomi kreatif.

“Setiap peserta yang datang tentu tidak hanya berolahraga. Mereka juga menikmati destinasi wisata, mencicipi kuliner khas daerah, membeli produk UMKM, dan berinteraksi dengan masyarakat. Inilah efek berganda yang ingin terus kita dorong melalui sport tourism,” jelasnya.

Ria menambahkan, kawasan Malasari memiliki daya tarik yang lengkap, mulai dari panorama pegunungan, hamparan perkebunan teh, hutan tropis, hingga budaya masyarakat lokal yang menjadi nilai tambah bagi wisatawan.

Karena itu, penyelenggaraan TMHS diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi balap sepeda, tetapi juga menjadi sarana promosi destinasi wisata unggulan Kabupaten Bogor kepada peserta dari berbagai provinsi.

Ia optimistis, jika penyelenggaraan terus meningkat dari sisi kualitas dan jumlah peserta, Tour Malasari Halimun Salak dapat berkembang menjadi agenda sport tourism berskala nasional yang mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan setiap tahunnya.

“Tour Malasari Halimun Salak kini telah menjadi agenda rutin ICF Jawa Barat dan memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam kalender resmi ICF Pusat. Ini menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar untuk semakin memperkenalkan Kabupaten Bogor sebagai destinasi sport tourism nasional,” katanya.

Ria menegaskan, keindahan panorama alam Malasari yang dipadukan dengan karakter lintasan yang menantang menjadi daya tarik utama yang sulit ditemukan di daerah lain.

“Intinya, trek dan panorama alam di Malasari sudah menjadi magnet bagi para rider di Tanah Air. Kami berharap mereka pulang tidak hanya membawa pengalaman bertanding, tetapi juga menjadi duta yang mempromosikan keindahan wisata Kabupaten Bogor kepada masyarakat luas,” pungkasnya. (Aga)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *