jurnalbogor.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bogor menetapkan Ahmad Suraji sebagai Ketua PDPM Kabupaten Bogor melalui musyawarah mufakat dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang digelar di STIM Budi Bakti, Sabtu (19/9/2026).
Rapimda tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi kondisi internal, menyerap aspirasi pimpinan cabang, sekaligus merumuskan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor ke depan.
Kegiatan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor Ahmad Yani beserta jajaran PDM, pengurus PDPM, serta pimpinan dan pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Bogor.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari penyampaian usulan dan masukan pimpinan cabang, kondisi objektif Pimpinan Daerah, rapat formatur untuk restrukturisasi kepemimpinan, persiapan Rapimwil, hingga persiapan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Bogor.
Melalui musyawarah mufakat, struktur kepemimpinan PDPM Kabupaten Bogor ditetapkan dengan susunan Ahmad Suraji sebagai Ketua, Muhammad Yunus sebagai Sekretaris, dan Decki Agustian sebagai Bendahara.
Penetapan tersebut sekaligus menegaskan tradisi permusyawaratan sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan organisasi.
Selain konsolidasi internal, Rapimda juga membahas kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor terhadap dinamika kepemudaan di daerah, termasuk persiapan menghadapi Musda KNPI Kabupaten Bogor.
Dalam forum tersebut, PDPM Kabupaten Bogor mengusung kadernya, Fahreza Anwar, untuk maju sebagai calon Ketua KNPI Kabupaten Bogor.
Langkah itu ditempatkan sebagai bagian dari proses kaderisasi sekaligus upaya mendorong kader Pemuda Muhammadiyah agar dapat berkontribusi lebih luas dalam organisasi kepemudaan dan ruang publik di Kabupaten Bogor.
Sementara itu, Ketua PDPM Kabupaten Bogor Ahmad Suraji menegaskan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Rapimda merupakan mandat organisasi yang harus dijalankan bersama.
“Amanah Rapimda ini tentu sudah mutlak harus dijalankan oleh seluruh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang se-Kabupaten Bogor untuk sama-sama kita laksanakan. ”ujar Ahmad Suraji.
Menurutnya, keputusan organisasi tidak boleh berhenti sebagai dokumen hasil rapat, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di lapangan.
Rapimda juga menjadi momentum bagi Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor untuk memperkuat konsolidasi internal, kaderisasi, serta koordinasi antara Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang.
Dengan hasil tersebut, PDPM Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus mengambil bagian dalam dinamika kepemudaan daerah.
Agenda Musda KNPI Kabupaten Bogor pun menjadi salah satu ruang yang akan dihadapi organisasi dengan membawa semangat kaderisasi dan kontribusi kepemudaan.
Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bogor berharap keputusan yang lahir dari Rapimda dapat diterjemahkan menjadi gerakan konkret, baik dalam penguatan organisasi maupun dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan kepemudaan di Kabupaten Bogor. (Aga*)






