jurnalbogor.com – Sekitar 2.000 pelajar dari 140 sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA mengikuti Lomba Tridaya Palang Merah Remaja (PMR) yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI Kabupaten Bogor membentuk karakter pelajar sekaligus meningkatkan keterampilan dan kepedulian sosial sejak dini.
Melalui pembinaan PMR, para peserta dibekali kemampuan dasar dalam bidang kerelawanan dan kemanusiaan. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader PMI yang memiliki kepedulian serta siap berkontribusi bagi masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Bogor, Indra Fermanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas generasi muda dalam bidang kemanusiaan.
Pada kesempatan yang sama, PMI Kabupaten Bogor memberikan penghargaan kepada dua anggota Korps Sukarela (KSR) atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Salah satu anggota KSR mendapat penghargaan setelah terpilih mewakili Indonesia dalam ajang International Volunteer Red Cross and Red Crescent Society (IVRSC) di Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
“Salah satu anggota KSR mendapatkan penghargaan karena terpilih mewakili Indonesia dalam ajang International Volunteer Red Cross and Red Crescent Society (IVRSC) di Swiss yang dijadwalkan pada Desember,” jelas Indra Fermanto.
Penghargaan lainnya diberikan kepada anggota KSR yang dinilai menunjukkan soliditas dan dedikasi dalam penanganan bencana kebakaran di TPA Galuga.
Menurut Indra, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi PMI Kabupaten Bogor terhadap para relawan yang telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Selain penghargaan relawan, PMI Kabupaten Bogor juga mencanangkan Bulan Dana PMI. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghimpun dukungan masyarakat untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan pelayanan PMI.
Dukungan masyarakat juga dihimpun melalui Gerakan Kabupaten Bogor Peduli, yang menjadi wadah untuk membantu warga yang membutuhkan, baik di Kabupaten Bogor maupun daerah lain di Indonesia.
“Melalui program tersebut, bantuan kemanusiaan juga telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Indra.
Siapkan Markas Baru dan Fasilitas Bank Darah
Di sisi lain, PMI Kabupaten Bogor tengah menyiapkan pembangunan markas baru yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Markas PMI yang baru direncanakan berada di kawasan Tegar Beriman, berdekatan dengan gedung PKB dan kawasan layanan pemerintahan Kabupaten Bogor.
Gedung tersebut nantinya dilengkapi Instalasi Pengolahan Darah (IPD) serta fasilitas bank darah dengan kapasitas lebih besar. Pembangunan gedung saat ini tengah berlangsung dan diharapkan berjalan lancar hingga selesai.
Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat Kabupaten Bogor yang hingga kini masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Karena itu, PMI Kabupaten Bogor terus mendorong peningkatan jumlah pendonor darah sukarela melalui sosialisasi maupun berbagai kegiatan kemanusiaan.
Respons Kekeringan dan Perkuat Relawan
Di tengah kewaspadaan terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, PMI juga turut membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
PMI Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak dan rawan kekeringan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen PMI untuk hadir dalam berbagai kondisi darurat dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Memasuki usia ke-81, PMI Kabupaten Bogor menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks. Persoalan sosial maupun bencana masih terjadi di berbagai wilayah sehingga membutuhkan relawan yang memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan memadai.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PMI terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi relawan agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan saat diterjunkan ke lapangan.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan PMI, khususnya dalam penanganan bencana, pelayanan kemanusiaan, pelayanan darah, serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.
Melalui pembinaan PMR, penguatan KSR, peningkatan jumlah pendonor darah dan kapasitas relawan, PMI Kabupaten Bogor terus membangun kader-kader kemanusiaan yang siap hadir dan membantu masyarakat. (Aga*)






