jurnalbogor.com – Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor, Muhammad Al Imran, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu pada ajang Asian Para Games (APG) 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, dari cabang olahraga para badminton nomor SL3.
Keberhasilan Al Imran menyumbangkan medali bagi kontingen Merah Putih menjadi kebanggaan tersendiri bagi NPCI Kabupaten Bogor sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.
Prestasi tersebut juga menjadi bukti kontribusi atlet NPCI Kabupaten Bogor dalam mendukung pencapaian Kontingen Indonesia di ajang olahraga disabilitas tingkat Asia.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengaku bangga atas pencapaian Muhammad Al Imran yang berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia.
Menurut Rudy, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta semangat juang atlet dalam menjalani proses latihan hingga mampu tampil maksimal di ajang olahraga multievent tingkat Asia.
Rudy berharap keberhasilan Al Imran dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet lainnya, khususnya di Kabupaten Bogor, untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan berani mengejar prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih pencapaian luar biasa dan membawa kebanggaan bagi daerah maupun bangsa.
Sementara itu, Ketua NPCI Kabupaten Bogor, Muhammad Misbah, mengaku bangga sekaligus terharu atas keberhasilan Muhammad Al Imran meraih medali di Asian Para Games 2026.
“Bangga dan terharu Muhammad Al Imran bisa menyumbangkan medali di APG 2026. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi Indonesia,” ujar Misbah.
Misbah berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet NPCI Kabupaten Bogor lainnya untuk terus berjuang dan memberikan hasil terbaik dalam setiap kompetisi yang diikuti.
Ia juga berharap pencapaian Al Imran semakin memperkuat semangat pembinaan olahraga disabilitas di Kabupaten Bogor, sehingga semakin banyak atlet daerah yang mampu menembus kompetisi internasional.
Bagi Misbah, medali perunggu yang diraih Al Imran bukan sekadar pencapaian di arena pertandingan, melainkan juga simbol perjuangan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam mengharumkan nama bangsa.
“Lebih dari sekadar medali, pencapaian tersebut merupakan simbol perjuangan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah atlet yang telah membawa nama Indonesia bersinar di panggung Asia,” pungkasnya. (Aga*)






