jurnalbogor.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 15 Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor menggelar Seminar Kesehatan Pencegahan Stunting di aula Kantor Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (27/8/2025).
Acara ini dihadiri oleh 115 peserta yang terdiri dari para kader posyandu dari 14 posyandu se-Desa Benteng, ibu-ibu hamil, para orang tua yang memiliki balita, serta pengurus PKK desa.
Acara berlangsung dengan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Benteng, H. Faka Harika, S.AP, Ibu Kades, serta Ketua PKK Desa Benteng Wiwin Wijayani, S.Pd., M.Pd..
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber utama, Tati Hartati, A.Md, yang memberikan materi mengenai pencegahan stunting melalui gizi seimbang, perawatan kesehatan sejak dini, serta pentingnya pola asuh yang baik.
Dalam sambutannya H. Faka Harika, S.AP menekankan pentingnya kepedulian masyarakat dalam menekan angka stunting di wilayahnya.
“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, tetapi berpengaruh pada kecerdasan dan masa depan mereka. Melalui seminar ini, kita berharap ibu-ibu dapat lebih memahami bagaimana menjaga pola makan dan kesehatan anak sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Kades dalam pesannya juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kader posyandu, serta masyarakat.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama, dimulai dari keluarga. Semoga ilmu yang didapat dari seminar hari ini bisa langsung dipraktikkan di rumah,” ungkapnya.
Wiwin Wijayani, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kualitas generasi penerus.
Dia berharap agar para ibu, terutama yang sedang hamil maupun memiliki balita, bisa semakin sadar akan pentingnya pemenuhan gizi dan pola asuh yang sehat.
Sementara materi yang disampaikan oleh Tati Hartati, A.Md., meliputi tanda-tanda stunting, cara pencegahan sejak masa kehamilan, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan pemeriksaan rutin di posyandu.
Para peserta terlihat aktif bertanya dan berdiskusi mengenai pengalaman sehari-hari dalam merawat anak, sehingga suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh manfaat.
Menariknya, dalam rangkaian seminar ini juga dilakukan launching produk inovasi makanan sehat berupa puding jagung dan daun kelor. Produk ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif camilan bergizi untuk anak-anak, dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang dapat mendukung tumbuh kembang.
Demonstrasi pembuatan puding dilakukan di hadapan peserta, dan hasilnya dibagikan langsung untuk dicicipi bersama. Kehadiran produk ini mendapat sambutan positif dari para ibu karena mudah dibuat serta ramah untuk konsumsi balita.
Sebagai perwakilan panitia, Aydila Fitri Kamilah menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari pemerintah desa, para kader posyandu, dan seluruh peserta. Semoga seminar ini menjadi awal dari kesadaran kolektif kita untuk bersama-sama mencegah stunting di Desa Benteng. Dengan adanya inovasi makanan sehat seperti puding jagung kelor ini, kami berharap ibu-ibu semakin termotivasi menyediakan camilan sehat di rumah,” tuturnya.
Di akhir acara, peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana serta menikmati hasil olahan sehat yang telah dipraktikkan. Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mengurangi angka stunting dan menciptakan generasi Desa Benteng yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
(**)