Optimalkan Produktivitas, Poktan Dewi Sri Terapkan Metode Tanam Padi PM AAS

  • Whatsapp
Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang.

jurnalbogor.com – Kelompok Tani (Poktan) Dewi Sri di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, mulai menerapkan metode Pertanian Modern Agriculture Advanced System (PM AAS) sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Metode penanaman padi secara langsung ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari efisiensi tenaga kerja, penggunaan air dan pupuk, hingga peningkatan populasi tanaman yang berpotensi mendongkrak hasil produksi panen.

Read More

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kemang, Wiwiek Nilamsari, mengatakan penerapan metode PM AAS kali ini dilaksanakan bersama Poktan Dewi Sri yang diketuai Dadang di Desa Pabuaran, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, metode PM AAS merupakan sistem pertanian modern dengan teknik tanam langsung yang dapat menjadi solusi atas semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja di sektor pertanian.

“Penanaman padi dengan cara tanam langsung. Yang pertama, keunggulannya adalah mengatasi kekurangan tenaga kerja, karena memang sekarang ini tenaga kerja sangat sulit. Kemudian, kita bisa menambah populasi tanaman sehingga nanti hasil produksinya bisa lebih meningkat,” ujar Wiwiek.

Ia menjelaskan, kegiatan penanaman pada November ini ditargetkan mencakup lahan seluas dua hektare. Namun, pelaksanaan tahap pertama baru dilakukan di lahan seluas satu hektare.

“Hari ini kita tanam satu hektare. Di bulan November sebenarnya kita targetkan dua hektare, tetapi yang baru kita laksanakan hari ini satu hektare. Mungkin setelah ini selesai, kita lanjutkan di lahan sebelahnya seluas satu hektare lagi,” jelasnya.

Wiwiek menambahkan, penerapan metode PM AAS di Poktan Dewi Sri bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, metode tersebut telah diterapkan dalam beberapa musim tanam, yakni pada Juni dan Agustus, serta kembali dilaksanakan pada periode tanam berikutnya.

Dari hasil penerapan pada Juni lalu, produktivitas padi menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan peningkatan sekitar 50 persen.

“Alhamdulillah, hasil yang bulan Juni bagus, meningkat sekitar 50 persen. Metode ini akan terus kita kembangkan di kelompok tani,” ungkapnya.

Adapun sejumlah keunggulan metode PM AAS di antaranya menghemat kebutuhan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk, menambah populasi tanaman, serta meningkatkan potensi hasil produksi hingga 10–12 ton per hektare. Dengan demikian, metode ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Wiwiek berharap, penerapan metode PM AAS dapat terus diperluas, khususnya di lingkungan Poktan Dewi Sri, sehingga seluruh anggota kelompok tani dapat mengadopsi sistem pertanian modern tersebut.

Kegiatan penanaman ini turut dihadiri perwakilan CWS Kabupaten Bogor, Kepala Desa Pabuaran, PPL se-BPP Wilayah IX, serta petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kemang. (Aga*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *