jurnalbogor.com – Tim basket putri Kabupaten Bogor memastikan satu tiket ke babak delapan besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan atas rival sekotanya, Kota Bogor, dengan skor 79-42.
Kemenangan dalam laga derby Bogor tersebut diraih pada pertandingan kedua Pool Z yang berlangsung di GOR Kota Depok, Selasa (3/11/2026).
Pada kuarter pertama, tim Kabupaten Bogor sempat tertinggal tipis dengan skor 15-17. Namun, memasuki kuarter kedua, anak asuh Mabruri Wijaya berhasil bangkit dan membalikkan keadaan dengan keunggulan 38-27.
Dominasi Kabupaten Bogor semakin terlihat pada kuarter ketiga. Mereka mampu memperlebar jarak keunggulan menjadi 58-34. Hingga kuarter keempat berakhir, tim putri Kabupaten Bogor tetap tampil konsisten dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 79-42.
Pelatih basket putri Kabupaten Bogor, Mabruri Wijaya, mengatakan kemenangan tersebut tidak terlepas dari evaluasi yang dilakukan setelah melihat banyak peluang pada awal pertandingan gagal dikonversi menjadi poin.
“Kita banyak mendapatkan peluang, tetapi tidak menjadi poin. Anak-anak juga terlalu buru-buru sehingga pertahanan tidak seimbang. Setelah itu kita perbaiki dan akhirnya bisa mendapatkan hasil ini,” ujar Mabruri.
Menurutnya, strategi permainan yang diterapkan berjalan cukup baik, baik dalam aspek menyerang (offense) maupun bertahan (defense). Para pemain juga dinilai mampu menjalankan instruksi yang diberikan selama pertandingan.
“Game plan berjalan, secara offense dan defense juga berjalan. Tinggal bagaimana anak-anak bisa menjalankan instruksi, pasti hasilnya bisa didapat,” katanya.
Mabruri menambahkan, kemenangan atas Kota Bogor memberikan dampak positif terhadap mental bertanding para pemain. Terlebih, pertandingan tersebut merupakan derby antara dua daerah yang masih berada dalam satu wilayah Bogor.
“Secara psikologis ini bagus buat anak-anak, karena ini juga derby Bogor. Ketika terjadi pertandingan seperti ini di tingkat daerah, euforianya pasti berbeda,” ungkapnya.
Meski menang dengan selisih 37 poin, Mabruri mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang harus dibenahi. Di antaranya membangun chemistry antarpemain serta meningkatkan efektivitas penyelesaian peluang, khususnya dalam situasi transisi permainan.
“Masih ada chemistry yang belum didapat. Beberapa situasi dalam game plan juga tidak dimaksimalkan menjadi poin. Seperti situasi dua lawan satu, tiga lawan tiga, dan tiga lawan dua, masih banyak yang terbuang,” jelasnya.
Dengan kepastian melaju ke babak delapan besar, Kabupaten Bogor kini membidik posisi juara Pool Z. Target tersebut dinilai penting agar mereka bisa menghadapi tim runner-up dari pool lain pada fase berikutnya.
“Kita sudah delapan besar. Sekarang bagaimana caranya kita harus juara pool, karena kalau juara pool kita akan bertemu runner-up. Kita juga harus memikirkan siapa lawan berikutnya,” tutup Mabruri. (Aga*)






