jurnalbogor.com – Jam operasional Jalan Baru Batutulis, pengganti Jalan Saleh Danasasmita, Kota Bogor, menjadi sorotan anggota DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani. Ia meminta waktu pembukaan jalur tersebut dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB agar bisa mengakomodasi warga yang berangkat kerja dan mengantar anak ke sekolah.
Menurut Edi, skema uji coba yang saat ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Pasalnya, aktivitas warga sudah meningkat sejak pukul 06.30 WIB. Jika akses baru dibuka setengah jam kemudian, manfaatnya untuk mengurai kepadatan lalu lintas dikhawatirkan belum optimal.
“Harusnya jam 06.30 WIB itu sudah dibuka, karena arus pergerakan warga yang mengantar anak sekolah dan berangkat kerja sudah dimulai sejak jam tersebut. Kalau baru dibuka jam 07.00 WIB, itu sudah masuk jam sekolah dan berpotensi menimbulkan penumpukan,” ujar Edi, Kamis (29/10/2026).
Legislator dari daerah pemilihan Bogor Selatan itu mengapresiasi dibukanya jalan baru tersebut setelah masyarakat menanti sekitar satu setengah tahun. Namun, menurutnya, masa uji coba perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi berbagai aspek agar jalur alternatif tersebut benar-benar membantu mobilitas warga.
Selain memajukan waktu pembukaan, Edi mengusulkan agar jam operasional sore hari turut dikaji. Ia menilai akses jalan dapat dibuka lebih lama, misalnya hingga pukul 20.00 WIB, untuk mengakomodasi masyarakat yang pulang bekerja.
“Harus dievaluasilah mengenai jam-jam sibuknya. Karena jam sibuknya itu kan orang mengantar sekolah dimulai jam 06.30 WIB, sementara ini jam 07.00 WIB dibukanya. Bagi saya pribadi, itu tidak efektif bagi yang beraktivitas pagi-pagi,” ungkapnya.
“Pulangnya juga harusnya sampai jam 8 malam. Saya pikir itu akan terasa bagi masyarakat di masa uji coba ini, walaupun memang masih ada sejumlah perbaikan yang belum selesai sepenuhnya,” sambungnya.
Tak hanya soal waktu operasional, Edi juga menyoroti aspek keselamatan dan kelayakan infrastruktur di sepanjang jalur tersebut. Sejumlah bagian yang perlu mendapat perhatian di antaranya sambungan antara jalan baru dan jalan lama, posisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berdekatan dengan pohon, serta kondisi drainase dan turap.
Menurutnya, evaluasi teknis diperlukan agar akses baru itu dapat digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman. Perbaikan terhadap bagian yang belum tuntas juga penting dilakukan selama masa uji coba berlangsung.
“Secara keseluruhan, kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bogor yang telah membuka akses ini. Namun, masa uji coba ini harus dimanfaatkan betul untuk mengevaluasi hal-hal teknis di lapangan, terutama jam operasional di jam sibuk pagi hari dan perbaikan drainase maupun turapnya,” katanya.
Edi berharap masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menyempurnakan pengoperasian Jalan Baru Batutulis.
“Dengan penyesuaian jam operasional dan penyelesaian pekerjaan infrastruktur, jalur tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi warga, khususnya dalam mendukung aktivitas pagi dan mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Bogor Selatan,” pungkasnya.
(FDY)






