jurnalbogor.com – Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) merilis hasil survei terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap satu tahun kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bogor di sektor pendidikan, Kamis (19/2/2026).
Yusfitriadi, mengatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat di sektor pendidikan mencapai angka yang signifikan, yakni 86,44 persen.
Sementara itu, responden yang menyatakan tidak puas berada di angka 7,63 persen, dan sisanya sebanyak 5,93 persen menyatakan tidak tahu.
”Masyarakat menilai kondisi pendidikan sangat memuaskan di angka 86,44 persen. Sisanya ada yang tidak puas dan tidak tahu,” ujar Pendiri LS Vinus, Yusfitriadi, Kamis (19/2/2026).
Ia menjelaskan, bahwa indikator penilaian tersebut mencakup jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP yang merupakan wewenang Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.
Meski angka kepuasan tinggi, Yusfitriadi memberikan catatan kritis mengenai pencapaian visi-misi sekolah unggulan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar dalam menangani kekerasan di lingkungan pendidikan yang melibatkan peserta didik.
”Ada masalah pada pembangunan karakter, mentalitas, dan ideologi bangsa di sekolah. Fenomena seperti tawuran serta tindakan melawan orang tua dan guru masih terjadi. Saya belum melihat langkah nyata yang signifikan untuk menangani hal ini,” ungkapnya.
Yusfitriadi berharap, Pemkab Bogor segera mendorong pola penguatan karakter di setiap satuan pendidikan agar tidak hanya fokus pada aspek akademis semata.
”Saatnya pemerintah mendorong pola untuk menguatkan karakter dan ideologi bangsa. Jangan sampai sekolah unggulan hanya mengejar kecakapan bahasa, persaingan teknologi, atau standar internasional, sementara ideologi bangsanya ambruk. Indikator karakter itulah yang seharusnya menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Aga*)






