Dorong Desa Wisata Makin Kompetitif, Disparekraf Bogor Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

  • Whatsapp
Para pengelola desa wisata. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata Bidang Koordinator Pengelola Desa Wisata yang berlangsung selama empat hari, 26-29 Agustus 2026, di Hotel Cahaya Village, Jalan Raya Puncak-Megamendung, Kabupaten Bogor.

jurnalbogor.com — Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya para pengelola desa wisata. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi SDM Pariwisata Bidang Koordinator Pengelola Desa Wisata yang berlangsung selama empat hari, 26-29 Agustus 2026, di Hotel Cahaya Village, Jalan Raya Puncak-Megamendung.

Sebanyak 23 pengelola desa wisata dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor mengikuti kegiatan tersebut. Pelatihan dan sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelola agar mampu mengelola potensi wisata di wilayahnya secara profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa.

Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan peningkatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dalam membangun desa wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Bogor.

“Desa wisata merupakan salah satu ujung tombak perekonomian daerah. Melalui sertifikasi kompetensi ini, kita ingin memastikan para pengelola tidak hanya memiliki semangat membangun desa, tetapi juga mengantongi keahlian teruji yang diakui secara nasional untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Bogor,” ujar Ria.

Ia menjelaskan, pengelola desa wisata memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan berbagai potensi lokal, mulai dari daya tarik wisata, produk ekonomi kreatif, hingga keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi.

Menurutnya, kompetensi pengelola perlu terus diperkuat agar pengembangan desa wisata tidak hanya mengandalkan potensi alam dan budaya, tetapi juga didukung tata kelola yang baik serta kemampuan menciptakan produk wisata yang menarik dan bernilai ekonomi. (Aga)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *