jurnalbogor.com – Pemerintah Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, terus menggali potensi ekonomi dan kuliner tradisional yang berkembang di wilayahnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dodongkal Mang Godeg, kue tradisional khas Bogor yang telah diproduksi secara turun-temurun hingga tiga generasi.
Lurah Muarasari, Firman Kusnadi, mengatakan keberadaan pengrajin dodongkal di wilayahnya menjadi potensi yang perlu terus dikembangkan sekaligus dilestarikan.
Menurutnya, usaha dodongkal tersebut telah bertahan selama puluhan tahun dan diwariskan hingga tiga generasi. Saat ini, produknya bahkan telah dipasarkan hampir di seluruh wilayah Kota Bogor.
“Kami terus menggali potensi yang ada di wilayah, khususnya di sektor kuliner tradisional. Di Muarasari ada pengrajin dodongkal yang sudah puluhan tahun atau tiga generasi. Produknya juga sudah dipasarkan hampir di seluruh Kota Bogor,” kata Firman, Senin (24/8/2026).
Firman menilai dodongkal merupakan salah satu kuliner tradisional legendaris yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Kota Bogor. Karena itu, keberadaannya harus mendapat perhatian agar tidak tergerus oleh semakin banyaknya kuliner dari luar daerah maupun mancanegara.
Ia khawatir jika kuliner tradisional tidak terus diperkenalkan kepada generasi muda, khususnya generasi Alpha, keberadaan makanan khas Bogor perlahan akan dilupakan.
“Dodongkal ini kue tradisional yang legendaris khas Kota Bogor. Keberadaannya perlu dilestarikan karena sekarang banyak gempuran kuliner dari luar Bogor, khususnya dari luar negeri,” ujarnya.
“Jangan sampai kue ini kalah lestari sehingga generasi Alpha nantinya tidak lagi mengetahui bahwa Kota Bogor memiliki kuliner khas,” tambah Firman.
Untuk memperluas pemasaran, Kelurahan Muarasari berencana berkoordinasi dengan sejumlah ritel makanan yang berada di sekitar wilayah tersebut. Langkah itu diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk dodongkal.
“Kami akan berupaya berkoordinasi dengan ritel-ritel makanan yang ada di sekitar Muarasari untuk dapat mengakomodir kue tersebut dalam hal pemasaran,” jelasnya.
Selain dengan pelaku usaha, pihak kelurahan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDagin) Kota Bogor agar produk dodongkal Mang Godeg semakin dikenal masyarakat.
Firman berharap pengembangan dodongkal tidak hanya memberikan manfaat bagi keberlangsungan usaha pengrajin, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner khas Bogor kepada wisatawan.
“Kami juga koordinasi dengan Dinas KUKM Dagin Kota Bogor agar produk asli ini lebih dikenal, dodongkal Mang Godeg. Sehingga wisatawan dari luar Bogor bisa mengetahui bahwa Kota Bogor memiliki banyak kuliner khas, salah satunya kue dodongkal,” tandasnya.
(FDY)






