Dari Desa Menuju Dunia, Ria Marlisa Apresiasi Produk Ekraf Gunung Malang

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa saat menunjukan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal. foto: tangkapan layar IG.

jurnalbogor.com – Ekonomi kreatif Kabupaten Bogor terus menunjukkan perkembangan dan mulai menembus pasar yang lebih luas. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Gerakan Aksi Sapta Pesona dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia 2026 yang digelar di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut turut diramaikan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif lokal. Para pelaku usaha menampilkan beragam karya, produk unggulan, serta potensi ekonomi kreatif yang menjadi kekuatan masyarakat setempat.

Read More

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengapresiasi kreativitas dan inovasi para pelaku UMKM yang terus mengembangkan produknya.

Menurut Ria, keikutsertaan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi pemerintah terhadap pelaku ekonomi kreatif agar terus berkarya dan berinovasi.

“Semoga semakin kreatif. Hari ini saya berterima kasih, ternyata UMKM Bojong Rangkas sudah berkolaborasi dengan Koperasi Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Ria.

Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah positif karena produk UMKM Kabupaten Bogor berkesempatan dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara melalui akses di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Wah, itu luar biasa. Berarti kalau sudah ke bandara, sudah mendunia. Yang datang dari mana-mana kan pasti lewat Bandara Soekarno-Hatta. Semoga tambah sukses,” katanya.

Selain mengapresiasi produk UMKM, Ria juga turut mencicipi kuliner khas Desa Gunung Malang, yakni bubur tandur.

Bubur tandur merupakan sajian khas yang biasanya disediakan dalam berbagai kegiatan tanduran di desa tersebut. Kuliner tradisional itu menggunakan jahe sebagai salah satu bahan, sehingga memiliki cita rasa khas dan dipercaya masyarakat dapat membantu menghangatkan tubuh.

“Di samping itu, saya juga mencoba bubur tandur khas Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya. Ini disajikan setiap acara tanduran. Rasanya juga cocok untuk menghangatkan badan karena menggunakan jahe. Bubur tandur luar biasa,” tutur Ria.

Ria berharap potensi ekonomi kreatif dan produk lokal dari desa-desa di Kabupaten Bogor terus berkembang melalui inovasi, kolaborasi, serta dukungan berbagai pihak.

“Dari desa tumbuh karya, dari kreativitas tumbuh ekonomi, dari Kabupaten Bogor menuju dunia. Mari bersama-sama dukung dan bangkitkan ekonomi kreatif Kabupaten Bogor mendunia,” pungkasnya. (Aga)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *