jurnalbogor.com – Program Dapur Sehat MBG di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor resmi diluncurkan. Kehadiran dapur ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah serta mendukung upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Direktur Utama PT Arjuna Sejahtera Terpercaya selaku mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Putri Amara, menegaskan bahwa pengelolaan dapur dilakukan secara serius dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Tujuan awal dari dapur ini adalah untuk anak bangsa. Tim kami akan berusaha memberikan yang terbaik, mulai dari pemilihan komoditi yang melalui seleksi ketat hingga proses penyajian,” ujarnya.
Putri juga menyebutkan bahwa dapur sehat akan memanfaatkan hasil pertanian lokal dengan melibatkan BUMDes serta dukungan pemerintah desa. “Kita maksimalkan penggunaan sayuran dan buah dari sekitar, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” katanya.
Program ini menargetkan 3.901 siswa sebagai penerima manfaat. Pada tahap awal, dapur akan melayani 2.500–3.000 siswa dari sejumlah sekolah, seperti SD Tugu 01–02, SD Sampai 1–2, hingga SMA dan SMK.
Terkait pembiayaan, Amara memastikan semuanya dikelola sesuai regulasi pemerintah. “Dana berasal dari pemerintah dan penggunaannya harus sesuai aturan. Input data juga harus benar agar tidak terjadi kesalahan,” jelasnya.
Pihaknya juga bersinergi dengan BUMDes dan perangkat desa agar pengelolaan berjalan satu pintu. “Kami tidak ingin ada kejadian seperti kasus di Depok beberapa waktu lalu. InsyaAllah dengan sinergi ini, program bisa berjalan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Cisarua Heri Risnandar yang hadir dalam peresmian menyampaikan apresiasi atas keberadaan dapur sehat ini. Menurutnya, dapur MBG sangat penting untuk mendukung program peningkatan gizi masyarakat sekaligus menjamin penyediaan makanan sehat dan higienis.
“Alhamdulillah, fasilitas dapur ini sudah sesuai standar. Bahkan kami sudah mencicipi hasil masakan chef-nya, insya Allah rasanya sesuai selera masyarakat dan tetap mengedepankan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, alur pengolahan makanan mulai dari logistik hingga penyajian telah memiliki SOP yang jelas. “Baik dari sisi gizi, kebersihan, maupun sterilitas, semuanya insya Allah terjaga,” tegasnya.
Camat Cisarua berharap dapur MBG dapat segera operasional penuh dan memberi manfaat nyata bagi warga. “Distribusi juga harus diantisipasi mengingat lalu lintas di wilayah kita sering macet. Jangan sampai masyarakat terlambat menerima makanan,” pesannya.
Ia menutup dengan doa agar keberadaan Dapur MBG menjadi langkah positif bagi masyarakat Tugu Selatan dan sekitarnya.
(Dadang Supriatna)