jurnalbogor.com – Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, jajaran pengurus Kontingen Kota Bogor menggelar rapat koordinasi intensif untuk memastikan kesiapan atlet dan teknis pendampingan di lapangan. Hingga saat ini, sebanyak 750 atlet telah dinyatakan lolos verifikasi medis dan siap berlaga.
Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah sinkronisasi data pasca-pemeriksaan medis serta pembagian tugas tim pendamping.
“Alhamdulillah, 750 atlet sudah terverifikasi dan siap untuk ikut Porprov. Hari ini kami rapat pengurus untuk memastikan berbagai dokumen, persyaratan, dan kesiapan. Kami berharap anggaran mencukupi sehingga seluruh peserta yang lolos verifikasi ini bisa berangkat secara maksimal,” ujarnya saat ditemui usai rapat persiapan, Jumat (6/3).
Mengingat lokasi pertandingan yang tersebar di beberapa daerah—termasuk tuan rumah utama Bogor, Depok, dan Bekasi, serta daerah penunjang seperti Cimahi, Bandung, hingga Majalengka—pihak kontingen telah menyiapkan tim ofisial yang solid.
“Ada tim sebanyak 90 orang yang kami bagi tugasnya di setiap bidang untuk mengawal 750 atlet. Mereka bertugas memastikan kebutuhan vitamin, fasilitas, hingga kesiapan fisik atlet terjaga hingga hari pertandingan. Dengan rasio ini, kami berikhtiar memberikan pelayanan maksimal,” lanjutnya.
Optimisme tinggi diusung oleh Kontingen Kota Bogor. Tidak tanggung-tanggung, target raihan medali emas dipatok pada angka yang cukup prestisius untuk mengamankan posisi papan atas.
“Target kami tetap 100 medali emas plus. Insyaallah, itu menjadi ikhtiar kami bersama seluruh cabor,” tegas Ketua Kontingen.
Meskipun fokus pada urusan kontingen, ia juga memberikan sedikit bocoran mengenai kesiapan Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumah. Tercatat ada sekitar 20 hingga 25 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di wilayah Kota Bogor.
Salah satu titik krusial adalah wilayah Bogor Selatan, tepatnya di kawasan Green Forest, yang akan menjadi venue bagi 8 cabang olahraga sekaligus. Selebihnya akan tersebar di GOR Pajajaran, area vokasi, dan beberapa titik lainnya.
“Khusus untuk teknis tuan rumah itu dikelola oleh Panitia Besar (PB) yang dipimpin langsung oleh Pak Wali dan Pak Sekda. Namun, kami berharap Kota Bogor bisa memberikan kesan terbaik dan tidak mengecewakan bagi para atlet se-Jawa Barat yang datang ke sini,” tambahnya.
Informasi lebih detail mengenai jadwal per nomor pertandingan rencananya akan dibahas lebih mendalam pada agenda Chief de Mission (CDM) kedua yang dijadwalkan berlangsung antara bulan Mei atau Juni mendatang.
(FDY)






