jurnalbogor.com – Satuan Tugas (Satgas) Pelatihan Cabang (Pelatcab) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor terus memastikan kesiapan para atlet yang akan berlaga pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026.
Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) secara langsung ke sejumlah lokasi latihan cabang olahraga (cabor) yang diikuti atlet NPCI Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2026).
Kunjungan dipimpin Pembina NPCI Kabupaten Bogor sekaligus anggota Satgas Pelatcab, Trian Turangga. Dalam kegiatan tersebut, Trian meninjau empat cabor yang tengah menjalani program Pelatcab, yakni menembak, boccia, anggar dan tenis.
Lokasi pertama yang dikunjungi yakni tempat latihan menembak di Kompleks Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, kawasan Tegar Beriman, Cibinong.
Di lokasi tersebut, Trian melihat langsung proses latihan sekaligus meninjau kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan para atlet. Ia juga mengecek kelengkapan peralatan, baik untuk kebutuhan latihan maupun pertandingan.
Trian yang juga menjabat Asisten Daerah Ekonomi dan Pembangunan (Asda Ekbang) Setda Kabupaten Bogor kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi latihan boccia di SOD, Pusdai.
Seperti di lokasi sebelumnya, Trian melihat langsung proses latihan serta berinteraksi dengan pelatih dan atlet. Ia juga menggali informasi mengenai perkembangan latihan dan berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama menjalani Pelatcab.
Selanjutnya, Trian menuju Lapangan Tenis Kapten Muslihat, Pakansari, Cibinong. Di lokasi tersebut, ia meninjau latihan dua cabor sekaligus, yakni anggar dan tenis.
Kepada para pelatih dan atlet, Trian menanyakan proses latihan, termasuk kendala maupun hambatan yang dihadapi selama mengikuti program Pelatcab.
Menurut Trian, kunjungan ke sejumlah lokasi latihan tersebut merupakan bagian dari tugas Satgas Pelatcab untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung.
“Kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan dan kendala-kendala atau hambatan yang dialami para atlet maupun pelatih selama menjalani pelatcab ini,” ujar Trian.
Dari kunjungan tersebut, Trian mengaku telah menyerap sejumlah masukan dari atlet maupun pelatih. Masukan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk disampaikan kepada pengurus NPCI Kabupaten Bogor dan Satgas Pelatcab.
“Tentunya masukan-masukan yang disampaikan temen-teman atlet dan pelatih akan kita sampaikan ke pengurus (NPCI) dan satgas pelatcab,” kata Trian.
Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar berbagai persoalan maupun kendala yang muncul selama Pelatcab dapat segera ditangani sebelum para atlet tampil pada Peparda Jawa Barat 2026.
Selain memastikan kesiapan atlet, Trian menyebut monev tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor memastikan pembangunan daerah berjalan secara merata, termasuk dalam sektor olahraga disabilitas.
“Termasuk olahraga disabilitas. Kami tidak ingin pembangunan itu hanya untuk satu bidang saja, kami ingin memastikan semua ikut terbangun atau dibangun,” terang Trian.
Trian memastikan pembangunan di bidang olahraga disabilitas akan terus mendapat perhatian. Menurutnya, Kabupaten Bogor tetap mampu menjalankan pembangunan olahraga meski sejumlah daerah lain menghadapi berbagai keterbatasan.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan keinginan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang mendorong Kabupaten Bogor menjadi episentrum olahraga, khususnya dengan kawasan Pakansari sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga.
Menurut Trian, keinginan tersebut harus mendapat dukungan seluruh pihak. Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap perlu menentukan program yang menjadi prioritas.
“Walaupun anggaran tersedia, kita tetap harus melihat mana yang harus diutamakan dan menjadi prioritas,” ujarnya.
Karena itu, Trian mengajak seluruh perangkat daerah dan stakeholder untuk memiliki pemahaman serta komitmen yang sama dalam membangun Kabupaten Bogor secara merata, termasuk memberikan perhatian terhadap olahraga disabilitas.
“Kabupaten Bogor itu masyarakatnya gila olahraga, tentu ini harus menjadi masukan bagi kami (pemkab) untuk menjadikan daerah ini sebagai episentrum olahraga nasional,” imbuh Trian Turangga. (Aga*)






