jurnalbogor.com – Lintas Sentul Trail Run 2026 merupakan salah satu event olahraga lari yang sangat menantang dengan jalur yang terjal disertai pemandangan alam yang sangat bagus dan asri.
Tak heran jika, hajatan KORMI Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu event favorit yang banyak diikuti oleh para pelari dari berbagai daerah dan juga para pelari mancanegara.
” Lintas Sentul Trail Run ini sangat bagus dan mempunyai track lumayan naik turun,” ujar Budi Santoso salah satu peserta dari Kabupaten Bogor usai mengikuti Lintas Sentul Trail Run 2026, Sabtu (10/1/2026).
Ia mengatakan, venue atau lokasinya Trail Run 2026 ini sangat enak dan masih asri serta banyak kabut.
” Saya seperti berlari di kawasan Eropa saja. Karena jam 10 pagi saja masih ada Kabut di semua jalur Lintas Sentul Trail Run 2026,” papar Busan panggilan akrab dari Budi Santoso.
Dalam Lintas Sentul Trail Run 2026, Budi mengakui ikut dalam Kategori 5 KM dengan jarak tempuh 90 menit.
Menurutnya, jalur yang sangat menarik di Lintas Sentul Trail Run 2026 ini sangat bagus dan menjadi daya tarik bagi semua peserta yang tampil dalam semua kategori seperti 5KM, 10 KM, 21 KM dan 36 KM.
Tak hanya itu, sambung Budi, Lintas Sentul Trail Run 2026 ini bisa jadi ajang promosi bagi pariwisata Sport Tourism Kabupaten Bogor.
” Saya berharap ajang Lintas Sentul Trail Run ini menjadi kalender rutin dan bisa dimanfaatkan secara optimal dalam memperkenalkan destinasi wisata alam Kabupaten Bogor,” pungkas Budi Santoso.
Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar mengatakan, Lintas Sentul Trail Run 2026 jauh lebih besar dibandingkan edisi perdana tahun 2025 di Sentul. Pemilihan lokasi kali ini pun bukan tanpa alasan. Selain masih berada di wilayah Kabupaten Bogor, kawasan tersebut dinilai memiliki keindahan alam yang belum banyak terekspos.
“Banyak peserta bilang suasananya mirip Swiss, dari kabut, kontur alam, sampai pemandangannya. Ini potensi besar Kabupaten Bogor,” ujar Akew panggilan dari Rike Iskandar.
Selain prestasi atlet, dampak ekonomi menjadi poin penting dari penyelenggaraan event ini. Rieke menyebut hampir seluruh hotel, vila, hingga penginapan di sekitar lokasi lomba dan kawasan Puncak terisi penuh.
“Para pelari hampir semuanya menginap. Hotel dan vila full. Ini bukti event olahraga bisa memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi teknis, lintasan trail run dinilai cukup menantang. Akses jalan yang sempit serta kondisi lintasan licin akibat hujan menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, terutama pelari pemula. Hingga siang hari, sekitar 50 persen peserta telah mencapai garis finis, dengan batas akhir waktu lomba ditetapkan hingga pukul 17.00 WIB. (Aga*)






