jurnalbogor.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memang dalam kondisi darurat sampah akibat banyaknya tumpukan sampah di berbagai wilayah yang belum tertangani dengan baik. Untuk menangani kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tangsel melakukan kerjasama secara diam-diam dengan PT Aspek Kumbong untuk membawa ratusan ton sampah tersebut ke PT Aspek yang kemudian dibakar dengan mesin pembakaran. Namun ironisnya Pemerintah Kabupaten Bogor baru mengetahui hal ini setelah proses pembuangan tersebut berjalan satu minggu lebih.
Hal itu pun mendapat tanggapan keras dari anggota DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar yang menolak keras kerjasama pembuangan tersebut.
”Cileungsi bukan tempat pembuangan sampah, kecuali kawasan Lulut dan Nambo di Kecamatan Klapanunggal. Selain dua wilayah itu, tidak boleh ada yang membuang sampah karena akan menimbulkan permasalahan lingkungan,” kata Beben.
Sementara itu, Camat Cileungsi, Adi Henryana mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan lokasi pembuangan sampah tersebut.
“Saya mencoba mengecek kebenarannya, sampah tersebut dibuang ke mana. Dari informasi yang kami terima, ternyata sampah dibuang ke PT Aspek Kumbong,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Cileungsi, lanjut Adi kemudian mengunjungi PT Aspek Kumbong dan memastikan bahwa terdapat aktivitas pengelolaan sampah dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan di lokasi tersebut.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Cileungsi mengunjungi pihak PT Aspek Kumbong, dan memang benar ada pembuangan sampah ke sana. Pemkot Tangerang Selatan melakukan kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Aspek Kumbong yang dilaksanakan mulai tanggal 7 Januari 2026 dan direncanakan berlangsung selama 14 hari ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya, dari hasil peninjauan di lapangan, sampah yang masuk langsung diolah menggunakan insenerator dengan suhu pembakaran sekitar 800 hingga 900 derajat Celsius.
“Sampah dimasukkan ke dalam insenerator dipanaskan hingga lebur, kemudian abu sisa pembakaran dibawa ke PT PPLi. Jadi tidak ada penumpukan sampah seperti yang dibayangkan,” jelasnya.
Namun demikian, Adi Henryana menyayangkan adanya dugaan miskomunikasi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait kerja sama tersebut.
“Koordinasi antara Pemkot Tangerang Selatan dengan Pemkab Bogor kemungkinan terjadi miskomunikasi, dan ini sangat disayangkan. Ke depan kemungkinan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan dinas terkait, termasuk memanggil pihak PT Aspek Kumbong,” katanya.
Sementara itu, menurut keterangan warga sekitar bernama Jiun, aktivitas masuknya mobil sampah dari Tangerang ke wilayah tersebut sudah berjalan sejak 1 Januaei 2026.
“Masuk mobil sampah dari Tangerang mulai habis tahun baru. Sebelum tanggal 7 sudah masuk ke sini sampah dari Tangerang,” ujar Jiun. (**)
Pemkab Bogor Kecolongan, Ratusan Ton Sampah Tangsel Dibakar di PT Aspek Kumbong






