jurnalbogor.com – Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kabupaten Bogor mulai menyiapkan langkah serius untuk memperkuat pembinaan atlet lokal sejak usia dini. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang menargetkan penghentian ketergantungan terhadap pembelian atlet dari luar daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi Bapopsi Kabupaten Bogor sekaligus serah terima jabatan Ketua Bapopsi dari Hendarsah kepada M. Saepudin, Senin, 27 September 2026.

Pergantian tampuk pimpinan itu dilakukan karena jabatan Ketua Bapopsi bersifat ex-officio di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor. Hendarsah yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dispora harus melepas jabatan tersebut setelah dipercaya menjadi Camat Tenjo.
Posisi Ketua Bapopsi selanjutnya diemban M. Saepudin yang saat ini menjabat Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kabupaten Bogor.
Dalam sambutannya, Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, mengapresiasi seluruh upaya yang telah dilakukak oleh Bapopsi.
Menurut Asnan, Bapopsi selalu hadir dalam setiap kegiatan olahraga, dan telah memberikan warna bagi pembinaan atlet pelajar yang ada di Kabupaten Bogor, baik itu olahraga prestasi, tradisional dan lainnya.
“Saya berharap, Bapopsi bisa terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh elemen, baik Dispora, KONI dan organisasi olahraga lainnya,” kata Asnan.
Dalam sambutannya, Asnan juga menyampaikan sejumlah persoalan keolahragaan yang ada di Kabupaten Bogor, salah satunya soal pembinaan atlet.
Asnan, menyampaikan selama ini Kabupaten Bogor, selalu kerepotan dan mempersiapkan atlet di berbagai event, baik lokal, nasional maupun internasional.
Sebagai contoh pada perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Menurut Asnan, ada saja beberapa cabang olahraga (cabor) yang tidak memiliki atlet.
Hal inilah yang kemudian mendorong beberapa cabor, termasuk KONI melakukan pembelian atlet dari luar Kabupaten Bogor.
“Tapi masalahnya, setelah ditransfer kita tidak dapat apa-apa. Inilah yang perlu dilakukan Bapopsi untuk melakukan pembinaan atlet sejak usia dini,” tutur Asnan.
Asnan, juga menyampaikan keyakinannya bahwa banyak sekolah di Kabupaten Bogor, memiliki potensi atlet yang selama ini tidak tereksplorasi.
Apalagi, lanjut Asnan, Bupati Bogor menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir membeli atau belanja atlet.
“Bupati dengan tegas ingin tahun depan harus atlet lokal. Untuk itu, pembinaan harus dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa,” kata Asnan.
Sementara, Ketua Bapopsi Kabupaten Bogor, M. Saepudin mengatakan, pihaknya akan menjalankan seluruh keinginan pemerintah daerah dalam hal pembinaan atlet.
Pria yang akrab disapa Aep ini juga mengatakan bahwa Bapopsi akan melibatkan seluruh stakeholder, khususnya kepengurusan di tingkat kecamatan.
Hal ini perlu dilakukan mengingat Bapopsi tingkat kecamatan-lah yang lebih tahu potensi-potensi atlet yang ada di tiap-tiap sekolah.
“Pemerintah daerah juga telah membangun GOM (Gelora Olahraga Masyarakat) disejumlah wilayah. Sarana ini bisa kita gunakan untuk kompetisi yang ada di wilayah-wilayah,” ujar Aep.
Aep juga mempersilahkan atlet-atlet pelajar menggunakan GOM untuk menciptakan atlet berprestasi.
“Kita berharap dengan apa yang dilakukan Bapopsi ini tidak ada lagi pembelian atlet,” imbuh M. Saepudin. (Aga)






